Monday, 24 September 2018

Perkosa Gadis di Kebun, Pelaku Ditangkap Ketika Pulang ke Rumah

Minggu, 28 Januari 2018 — 20:55 WIB
Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi

SUKABUMI – Pelarian tersangka kasus persetubuhan atau pencabulan anak, MR alias Bayun kandas setelah dia dicokok Petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dibantu tim Buser Polres Sukabumi, Jawa Barat. Dia bersama temannya diduga menggagahi korban berinisial T (17) warga Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug.

Hampir dua bulan pemuda berusia 20 tahun ini melarikan diri ke luar kota setelah melakukan aksi bejadnya pada awal November 2017 lalu. Dia digulung petugas saat pulang ke rumahnya di Kampung Tenjolaya, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Sabtu (27/1/2018).

Pencabulan itu terjadi ketika korban bersama kakak kandungnya, L bermain ke rumah tersangka, 4 November 2017. Setelah itu korban pulang diantar oleh tersangka dan temannya yang kini masih buron.

Di tengah perjalanan, di kebun di Desa Tenjolaya Cicurug mereka memperkosa korban. Akibat perbuatan tersangka, korban mengalami luka robek dan pendarahan pada bagian vagina.

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi menjelaskan setelah mendapatkan laporan dari keluarganya langsung dilakukan penyelidikan dan penyidikan. Saat itu diketahui, tersangka melarikan diri ke luar kota.

“Pada hari Sabtu kemarin, kami mendapatkan informasi tersangka kembali ke rumahnya. Kemudian dilakukan pengejaran oleh anggota Subnit PPA dibantu tim Buser di bawah pimpinan Iptu Muhlisin dan ditangkap,” terang Nasriadi kepada poskotanews.com, Minggu (28/1/2018) malam.

Tersangka dijerat dengan Pasal 81 dan atau Pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perppu RI Nomor 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Kasus ini terus dikembangkan, termasuk mengejar tersangka lainnya. Tersangka dan barang bukti sudah diamankan,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara ini.

Nasriadi mengharapkan, agar kasus serupa tidak terulang, aktifnya peranan orangtua dalam menjaga dan mengontrol anak-anaknya. “Orangtua harus lebih lagi menjaga dan mengontrol anaknya, apalagi di luar jam sekolah,” tandasnya. (sule/b)