Tuesday, 20 November 2018

Ini Tanah Abang, Dik!

Rabu, 31 Januari 2018 — 4:55 WIB
tanahabang

KAKAK beradik asal luar Jawa jalan-jalan di Sudirman -Thamrin, Jakarta. Begitu melintas di Bunderan HI sang kakak bicara; “ Itu Hotel Indonesia, berdiri di Dik,” Sang kakak yang sudah lama tinggal di Jakarta, memamerkan pengetahuannya pada sang adik yang baru perama kali ke Jakarta.

” Gedung-gedung tinggi itu, Bang? “ Tanya sang adik.

“Ya, sama itu juga berdiri di Tanah Abang!” kata sang kakak lagi.

“ Kalau pasar ini, terletak di tanah siapa, Bang?

“ Sama juga, itu pasar grosir serba ada, juga terletak di Tanah Abang!” kata sang abang ketika melewati depan Pasar Tanah Abang, yang macet dan ruwet.

Suatu ketika sang adik menginap di satu hotel di wilayah tersebut. Ketika mau pulang, dia ditagih pembayaran. Si adik ini marah, dan bicara’; “ Bagaimana Ini, kan hotel ini terletak di Tanah Abang saya, masa saya harus bayar?”

Ya, itu guyonan sederhana. Namun ada pesan dimana komunikasi antara abang dan adik yang nggak nyambung, salah pengertian alias miskomunikasi. Tanah Abang yang dimaksud sang kakak adalah nama daerah, sementara sang adik menangkap, Tanah Abang adalah tanah milik si abang, sang kakak.

Ya, wilayah Tanah Abang ini selalu saja jadi berita yang menarik. Gubernur yang memerintah DKI Jakarta, selalu menangani daerah ini.Tujuannya ingin menata dengan baik. Begitu juga Gubernur Anies Bawesdan menata Kaki-5 yang selama ni dianggap tidak teratur, semrawut!

Nah, ketika ditata, ada saja muncul persoalan baru. Bagi Kaki-5, oke. Tapi bagi sopir angkot, merasa dirugikan. Mereka minta agar semua dikembalikan seperti semula?

Nah, apakah ada salah komunikasi di Tanah Abang? Waduh, bagaimana ini Bang Anies dan Bang Uno? – massoes