Sunday, 18 February 2018

Mahasiswi Hamil 6 Bulan Malah Dilempar ke Sungai

Sabtu, 3 Februari 2018 — 7:30 WIB
buang

FAHRI , 20, layak dihukum seberat-beratnya. Dilapori kekasih, Sinta, 20, hamil 6 bulan, bukannya siap menikahi, malah mengajak Fadli, 21, temannya untuk mencelakan kekasihnya. Diajak muter-muter ke kota Yogya, pas sampai jembatan kali Opak daerah Bantul, langsung dilempar ke kali. Untung selamat.

Anak muda jaman now semakin banyak yang tak kenal tanggungjawab. Hanya mau enaknya, tapi tak mau tahu akibatnya. Sudah tahu bahwa pacaran kelewat dalem bisa berbahaya, masih ditempuh juga. Giliran si gadis hamil, bukannya diajak nikah di KUA, malah hendak dibinasakannnya untuk menghindari tanggungjawab. Tapi seperti kata Ahok mantan Gubernur DKI, Gusti Allah ora sare!

Anak muda bajindul (kurang ajar) dari PTS Solo itu adalah Fahri. Sambil kuliah dia pacaran dengan sesama mahasiswi, namanya Sinta, asal Bayat Klaten. Tapi pacaran keduanya kebablasan. Tak hanya cukup makan berdua-dua, nonton film bersama, tapi pakai tidur bersama juga, padahal mereka bukanlah suami istri.

Jika keduanya benar-benar tidur, itu tak masalah. Tapi dalam prakteknya, Sinta – Fahri malah tidak tidur. Mereka justru berbuat hil-hil yang mustahal, yang mustinya hanya boleh dilakukan oleh pasangan suami istri. Itupun dilakukan bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Maklum, urusan begituan memang bikin ketagihan seperti makan thengkleng, asal sudah theng…..harus ada kleng……nya!

Tahu-tahu Sinta dalam kondisi hamil. Seperti lazimnya wanita korban kecelakaan ranjang, dia segera memberi tahu Fahri untuk bertanggungjawab. Meski kaget dan belum siap, pura-puranya Fahri mau segera lapor ke calon mertua, untuk segera dideklarasikan di kantor KUA.

Padahal aslinya, Fahri mau lari dari tanggungjawab. Enak saja menikahi, wong niatnya hanya iseng kok. Nanti kuliahnya bagaimana? Bisa gagal jadi sarjana dong. Maka dia lalu mengajak teman akrabnya, Fadli. Dia membeberkan rencananya. Ternyata Fadli sama gendengnya. Bukan mencegah, malah mendukung pula.
Hari Minggu 27 Januari mereka bertiga pakaia mobil muter-muter ke Yogyakarta. Setelah menelusuri jalan-jalan di ring road utara, muhibah dilanjutkan ke arah Bantul, untuk ke Parangtritis. Hari sudah tengah malam. Mobil diparkir dan ketiganya jalan-jalan sampai ke atas jembatan Kretek Bantul, di atas kali Opak. Mereka ngobrol dengan asyiknya.
Tanpa diduga tanpa dinyana, tiba-tiba Sinta yang berjalan paling pinggir, langsung didorong Fahri sehingga jatuh di pinggir jembatan. Fadli bukannya menolong, malah membantu sekalian agar Sinta benar-benar terlempar masuk ke kali. Dan memang benar, tak lama kemudian terdengan suara byurrr…… Fahri-Fadli pun kabur dengan mobilnya, tak peduli Sinta di bawah sana menjerit-jerit minta tolong.
Beruntung ada orang lewat, teriakan Sinta di bawah jembatan cukup mengundang orang-orang sekitar kampung itu untuk menolongnya. Sinta tak sampai tenggelam atau hanyut, karena masih sempat berpegangan pada ranting-ranting pepohonan di bawah. Dia bisa diselamatkan dan Fahri-Fadli hari berikutnya bisa ditangkap. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kini keduanya ditahan di Polres Bantul.
Apa Fahri-Fadli juga mau dilempar ke kali? Mikirrrr! (KR/Gunarso TS)