Monday, 22 October 2018

Ketahuan Memiliki Gendakan Gara-gara Salah Kirim WA

Minggu, 4 Februari 2018 — 7:22 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JIKA sudah waktunya, skandal itu terbongkar juga. Sastrowi, 35, ini contohnya. Belum mahir bermain WA, sok kirim sana kirim sini. Akhirnya gambar yang mustinya untuk sang gendakan, malah terkirim ke pegawainya. Begitu diadukan ke istri, ributlah suami istri itu dan berujung ke Pengadilan Agama.

Kaum lelaki sering mengutamakan syahwat, ketimbang martabat. Sudah tahu jadi orang terpandang karena kebawa istri, masih juga berlagu. Akhirnya, demi kepuasan syahwati, pada istri sendiri tega mengkhianati. Apa yang terjadi? Lelaki yang tak kuat derajat itu harus kembali ngebelangsak gara-gara ulahnya sendiri.

Jaman sekarang, modal ijazah SMA tak mudah mencari kerja. Profesi yang masih bisa menerima paling-paling pabrik dengan jabatan bagian produksi. Karena itu pula, sampai usia lebih dari 30 tahun Sastrowi belum juga berkeluarga. Untung dia ketemu Rini, 28, yang mau menerima apa adanya. Setelah jadi suaminya, Sastrowi diajak bekerja mengembangkan usaha show room mobil milik orangtuanya.

Rini bagian jaga show room dan melayani konsumen, sedangkan Sastrowi bagian cari kendaraan. Karena pekerjaan tersebut, Sastrowi jadi naik derajat, ke mana-mana pakai mobil berganti-ganti pula. Hari ini Toyota Fortuner, besok Suzuki Ertiga. Besoknya lagi Kijang kapsul. Pokoknya mana yang dapat, namanya juga dagangan.

Dari pekerjaan berburu mobil bekas tersebut, akhirnya Sastrowi ketemu Nining, 35, temannya di SMA dulu, yang kebetulan sudah menjanda. Dia mau jual mobil, dan ternyata yang mau beli Sastrowi teman lama. Ya sudah, obrolan pun menjadi semakin akrab. Dan tanpa bertele-tele harga pun jadi.

Ternyata, setelah jual beli mobil selesai, hubungan mereka terus berlanjut. Bukan lagi sebagai kawan lama, tapi teman tapi mesra alias WIL. Jadi bila kemarin-kemarin hanya hubungan antar teman, kini sudah berlanjut hubungan intim bak suami istri. Namanya barang baru, semangat Sastrowi luar biasa; maju tak gentar membela yang bersinar. Nining memang lumayan cantik, meski lebih tua dari istrinya, tapi remnya masih pakem, bodi full kaleng. Namanya juga opini pedagang mobil.

Sejak punya cem-ceman Nining, lelaki dari kampung Ngagel ini tampil beda. Ke mana-mana pakai minyak wangi, biasanya merokok kini tidak lagi. Sebab Nining pernah protes, bau tembakau menjadikan tidak nyaman untuk adegan-adegan khusus. Apa itu adegan khusus, sesama dewasa pasti tahulah itu.

Sastrowi makin maju saja penampilannya. Dulu HP hanya untuk telpon dan SMS, kini untuk kirim gambar dan video lewat WA. Apa saja dikirim, padahal dia belum mahir benar kirim gambar begituan. Belum lama ini dia salah kirim gambar. Mestinya foto mesra itu mau untuk Nining cem-cemannya, justru terkirim ke salah satu anak buahnya di showroom.

Tambah celaka lagi, gambar itu malah ditunjukkan pada istrinya. Tentu saja Ny. Rini mengkap-mengkap dadanya. Pantesan kini penampilannya lain, ternyata ada yang jadi target. Begitu ditunjukkan foto itu ke suami, langsung Sastrowi lemes seperti Setya Novando dalam sidang Tipikor.

Langsung Rini purik kembali ke rumah orangtuanya. Ketika Sastrowi menyusul untuk minta maaf dan rekonsiliasi, Rini tetap menolak. Bahkan hari berikutnya dia menggugat cerai ke Pengadilan Agama Surabaya. “Dasar kere, ya tetap harus kembali jadi kere,” umpat Rini saking kesalnya.

Kasihan, bakal jadi duda, panji klantung pula. (JPNN/Gunarso TS)