Friday, 20 September 2019

Indonesia Dorong India Investasi Industri Farmasi

Selasa, 6 Februari 2018 — 15:54 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA – Indonesia mendorong India mengirimkan kelompok kerjanya untuk memetakan kebutuhan industri farmasi di Indonesia. Di antaranya melalui pertukaran pengalaman (expert) dan pelatihan vokasi bidang industri farmasi di Indonesia.

“India berminat menanamkan modalnya di Indonesia untuk sektor industri bahan farmasi,” ujar Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, di Jakarta, Selasa (6/2/2018).

“Hal itu merupakan tindak lanjut pertemuan saya bersama Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, dengan Menperindag India, Nirmala Sitharaman pada Desember 2016.”

Dijelaskannya, perdagangan Indonesia-India pada 2017 tumbuh mencapai 43% dibanding 2016. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut nilai total perdagangan bilateral kedua negara pada 2016 mencapai USD 12,9 milyar dengan neraca perdagangan Indonesia-India surplus bagi Indonesia sebesar USD 7,2 miliar.

Ekspor Indonesia ke India, periode Januari-Juni 2017, tercatat sebesar USD 6,9 miliar atau naik 51,22% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai USD 4,5 miliar. Komoditas ekspor andalan Indonesia ke India antara lain adalah minyak kelapa sawit serta turunannya, batubara, bijih tembaga, dan karet alam.

Sementara itu, pada Januari-September 2016, investasi India ke Indonesia berada pada posisi ke-25 dengan nilai realisasi mencapai USD37,76 juta pada 335 proyek.Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015 dengan realisasi investasi mencapai USD33,2 jutapada 145 proyek.

(rinaldi/sir)