Saturday, 20 October 2018

Puncak Musim Hujan Siaga Hadapi Bencana

Selasa, 6 Februari 2018 — 8:05 WIB

CUACA di wilayah Indonesia, termasuk DKI Jakarta sejak Desember 2017 hingga Februari 2018 ini masih tidak menentu. Banjir merendam sebagian wilayah Jakarta sebagai dampak dari hujan deras di wilayah hulu. Hujan deras kawasan Bogor yang belakangan ini cukup ekstrem berdampak pada wilayah hilir, di DKI Jakarta.

Beberapa titik rawan banjir di wilayah Ibukota sejak kemarin sudah terendam air mencapai ketinggian 1,5 meter lebih. Banjir bakal lebih parah bila Jakarta diguyur hujan deras dalam waktu cukup lama. Tingginya permukaan Bendung Katulampa kemarin, melebihi hari-hari biasanya dan kondisi ini terakhir terjadi pada 2013.

Tak ada yang bisa dilakukan warga selain waspada dan siaga. Meski warga Ibukota sudah terbiasa menghadapi banjir, namun bukan berarti cuaca ekstrem kali ini bisa dianggap remeh. Karena selain menimbulkan banjir, juga berdampak terjadinya longsor, pohon tumbang dan peristiwa lainnya yaang mengancam jiwa.

Pemprov DKI Jakarta sejak Desember 2017 telah mengantisipasi datangnya bencana dengan menyiagakan 50 ribu personel jajaran SKPB (Satuan Kerja Perangkat Daerah), ormas maupun elemen lainnya guna melakukan langkah-langkah taktis.

Gubernur DKI Anies Baswedan kemarin juga mengeluarkan instruksi khusus kepada seluruh SKPD tentang Operasi Siaga Ibukota agar selalu siap dan tanggap menghadapi bencana. Langkah cepat yang saat ini dibutuhkan adalah memastikan korban banjir memperoleh tempat tinggal sementara yang aman, pasokan makanan cukup, serta kesehatan terjaga.

Banjir sudah datang, longsor juga terjadi di sejumlah wilayah, semua elemen harus siaga dan sigap. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mempredikisi, puncak musim hujan baru akan akan terjadi hingga akhir Februari. Artinya, warga Jakarta harus meningkatkan kewaspadaan menghadapi banjir lima tahunan, karena cuaca di wilayah hulu dalam bulan ini diperkirakan masih ekstrem. **