Friday, 19 October 2018

Gerakan Massal Siskamling Cegah Penjahat Sadis

Rabu, 7 Februari 2018 — 7:36 WIB

AKSI penjahat kian sadis. Seorang warga tewas ditembak ketika mencoba menangkap pencuri sepeda motor, di Jalan Tanah Merdeka, Gang Pembina, RT 015/05 Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa, (6/2) dinihari.

Korban, Ansyar Ridwan, 22, tewas di lokasi kejadian dengan luka tembak di bagian dada sebelah kiri.

Kasus pencuri sepeda motor menembak korbannya atau warga lain yang mencoba menghadangnya, bukan baru pertama kali terjadi.

Awal bulan lalu, aksi pencuri sepeda motor mengumbar tembakan terjadi di dua lokasi di Bekasi.

Peristiwa pertama terjadi di Jalan Cempaka Kelurahan Jatisampurna Kecamatan Jatisampurna, Selasa (9/1) lalu. Kawanan pencuri beraksi di rumah kontrakan dan membawa satu unit sepeda motor Honda Beat. Pelaku melepaskan tembakan, bukan saja kepada kepada warga mergoki, dan mengejarnya, tapi kepada kerumunan warga yang dilaluinya.

Peristiwa kedua terjadi beberapa jam kemudian. Pencuri sepeda motor menembak Rudi, karyawan Klinik di Jatirangga, Jatisampurna, yang memergoki aksinya.

Boleh jadi masih banyak kasus serupa di daerah lain yang tidak terungkap ke publik. Dari ketiga kasus ini menjadi perhatian bagi kita semua perlunya meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga keamanan lingkungan.

Kewaspadaan perlu lebih ditingkatkan mengingat aksi kejahatan, terutama pencurian sepeda motor, tidak lagi mengenal batas waktu.

Jika sebelumnya pencurian banyak dilakukan malam hingga dini hari, sekarang di siang hari pun tak luput dari aksi pencurian sepeda motor. Dua kasus di Bekasi menjadi contoh konkret pencurian sepeda motor dilakukan sore hari.

Repotnya lagi, kita makin sulit mengenali dan mengindentifikasi pencuri sepeda motor mengingat kian banyaknya pengguna yang memarkir sepeda motornya di pinggir jalan.

Tiga kasus pencurian seperti yang dipaparkan di atas, dapat dideteksi warga karena pelaku masuk ke halaman rumah atau mendorong sepeda motor yang sedang parkir di halaman rumah atau kantor.

Itulah sebabnya, pelaku bergeser tidak lagi masuk rumah pada malam hari, kecuali situasi benar – benar dinilai aman, tetapi mencari sasaran motor yang sedang parkir di pinggir jalan.

Yang perlu bagi kita adalah membangun kepeduliaan sosial sesama warga, dengan tetangga, serta meningkatkan kebersamaan dalam menjaga keamanan lingkungan. Tak ada salahnya kian menggiatkan siskamling, sekalipun di sebuah komplek perumahan sudah tersedia petugas keamanan (Satpam).

Gerakan massal siskamling perlu ditingkatkan tidak sebatas menjaga keamanan lingkungan, juga menjadi forum silaturahmi mengatasi problema lingkungan. (*).