Wednesday, 25 April 2018

Korut Kirim Ratusan Pemandu Sorak Cantik di Olimpiade Musim Dingin

Kamis, 8 Februari 2018 — 13:05 WIB
Pemandu sorak Korea Utara .( AFP PHOTO / Ed JONES)

Pemandu sorak Korea Utara .( AFP PHOTO / Ed JONES)

KOREA UTARA – Pemerintah Korea kirim ratusan wanita pemandu sorak atau cheerleader  ke Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan.

Ratusan wanita yang juga disebut ‘tentara cantik’ ini membuat warga Korea Selatan terpincut dengan penampilan mereka.

Sebanyak 229 cheerleader Korut tiba di Korsel melalui jalur perbatasan darat pada Rabu (7/2). Delegasi pemandu sorak yang dipimpin oleh Menteri Olahraga Korut Kim Il-guk ini mencuri perhatian dengan penampilan mereka yang modis.

Para wanita muda itu mengenakan mantel merah berkerah bulu berwarna hitam, topi bulu, dan sarung tangan kulit berwarna hitam, dengan pin bendera Korut tersemat di dada kiri. Penampilan mereka langsung jadi sasaran jepretan para juru kamera.

 Penampilan mereka ini bikin warga Korsel jatuh hati, baik  yang melihat di media sosial maupun yang menyaksikan langsung.

“Saya suka dengan pakaian skuat pemandu sorak Korea Utara. Saya ingin topi itu!” kata seorang warga Korsel di Twitter, dikutip dari AFP.

“Saya rasa mereka sangat cantik,” kata seorang warga Korsel yang melihat langsung kedatangan para pemandu sorak melalui zona demiliterisasi atau DMZ.

sorak

 Seleksi Ketat

Tidak sembarang perempuan bisa menjadi pemandu sorak Korut, seleksinya sangat ketat.

Berdasarkan pengakuan pembelot Korut yang dikutip The Korea Herald, para cheerleader Korut diseleksi tidak hanya berdasarkan wajah dan postur tubuh, tapi juga latar belakang keluarga dan kesetiaan mereka terhadap rezim.

 Seorang pemandu sorak Korut harus punya tinggi lebih dari 165 cm. Mereka yang punya tinggi kurang dari itu sebaiknya mengubur keinginan jadi pemandu sorak Korut.

Syarat cantik sudah tidak usah ditanya lagi, inilah sebabnya mereka dapat julukan “tentara cantik”.

Perempuan yang punya anggota keluarga yang hilang, membelot, atau tinggal di luar negeri, tidak akan diterima menjadi anggota cheerleader Korut. Kebanyakan mereka adalah mahasiswa fakultas musik atau tari di kampus Pyongyang.

Ini adalah penampilan mereka yang pertama setelah 13 tahun. Sebelumnya mereka tampil pada Asian Games 2002 di Busan, Summer Universiade 2003 di Daegu, dan Asian Athletics Championships 2005 di Incheon.

Salah satu pemandu sorak pada 2005 adalah Ri Sol-ju yang saat ini menjadi istri dari pemimpin Korut Kim Jong-un.

 Loyalitas yang Berlebihan

Mereka memiliki loyalitas yang besar kepada rezim Korut, terlalu berlebihan bahkan. Sebuah peristiwa pada Daegu Universiade 2003 menjadi salah satu buktinya.

Ketika itu para pemandu sorak Korut tengah naik bus. Tiba-tiba mereka melihat poster dengan gambar pemimpin Korut saat itu, Kim Jong-il di pinggir jalan, kehujanan.

Mereka langsung menghentikan bus, menangis, dan berlari sambil hujan-hujanan untuk “menyelamatkan” poster tersebut agar tidak rusak.

Hanya ada 10 atlet Korut yang berlaga di berbagai cabang olahraga musim dingin di Olimpiade Pyeongchang. Ditambah 12 atlet wanita lainnya yang akan bergabung dalam satu tim hoki dengan atlet Korsel.

Sepertinya para pemandu sorak Korut akan lebih menarik perhatian ketimbang laga atletnya di lapangan.(Tri)