Saturday, 26 May 2018

Senyum Jakarta

Kamis, 8 Februari 2018 — 7:20 WIB

MENJELANG pesta olahragawan se-Asia, Agustus mendatang, siapkah Jakarta menjadi tuang rumah yang baik? Ada beberapa hal masih perlu dibenahi. Apa saja?

Selain sarana keolahragaan, penataan prasarana pendukung sepertinya telah pula mulai dikebut. Pemprov DKI meremajakan berbagai sarana pengelolaan lingkungan hidup untuk mewujudkan Jakarta yang bersih.

Seperti dikemukakan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Isnawa Adji, pengadaan berbagai sarana pengelolaan lingkungan hidup dilakukan sesuai dengan analisis kebutuhan dan perencanaan yang matang.

Sebut, misalnya, lebih dari 1.000 unit sarana baru diremajakan—mulai 25 mobil penyapu jalan berukuran besar, 6 mobil penyapu jalan berukuran kecil, 25 truk sampah jenis compactor berkapasitas lebih dari 10 meter kubik dan 50 unit berkapasitas 15 meter kubik, sampai 5 unit wheel loader dan 1.000 unit gerobak motor.

Truk compactor itu dipakai untuk mengangkut sampah secara tertutup, agar bau sampah tidak menggangu masyarakat. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup juga menyediakan 22 unit bus toilet VIP yang akan ditempatkan di titik-titik keramaian, seperti hari bebas kendaraan bermotor dan tempat wisata. Dua bus toilet didesain khusus bagi penyandang disabilitas.
Itu di aspek kebersihan kota.

Bagaimana kemacetan lalulintas? Selain petugas kepolisian, aparat Dinas Perhubungan DKI juga mulai berancang-ancang untuk menjadi tuan rumah yang baik. Tak kurang 1.300 personel, kata Kadis Perhubungan DKI, Andri Yansyah, dikerahkan untuk mengatur lalulintas selama berlangsungnya Asian Games 2018 di Jakarta.

Mereka tidak hanya ditugasi untuk mengatur pengalihan arus lalulintas, tetapi sekaligus melakukan pengawalan terhadap para atlet Asian Games 2018, baik dari penginapan sampai ke lokasi pertandingan maupun sebaliknya.

Bagaimana pula dengan penanganan objek-objek wisata? Dinas Pariwisata DKI sepertinya juga mulai berbenah, di antaranya menata museum-museum, baik yang do Kota Tua maupun lainnya. Gedung-gedung yang kusam dicat ulang agar terlihat menarik. Selain itu, penyelenggaraan pameran juga akan ditingkatkan.

Selain itu, yang tak boleh dilupakan adalah perlunya mengedukasi masyarakat pentingnya selalu tampil ramah, murah senyum, baik di arena pertandingan maupun di luar area pertandingan. Saatnya kita kampanyekan Senyum Jakarta Menyambut Asian Games 2018. Jadilah tuan rumah yang baik. (*)