Sunday, 21 October 2018

Siswa Perlu Makanan Tambahan

Kamis, 8 Februari 2018 — 7:14 WIB

KEBERPIHAKAN Pemprov DKI Jakarta terhadap siswa dari keluarga miskin semakin nyata. Pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus bukan saja mendapat bantuan dana pendidikan, tetapi mereka diberikan keleluasaan membeli daging, susu dan ikan murah.

Sesuai dengan catatan, alokasi anggaran KJP Plus pada 2018 mencapai Rp3,9 triliun, atau naik Rp560 miliar dibandingkan 2017. Besaran dana KJP untuk tingkat SD naik dari Rp210.000 menjadi Rp250.000, SMP meningkat dari Rp260.000 menjadi Rp300.000, SMA dari Rp375.000 menjadi Rp420.000, SMK dari Rp390.000 menjadi Rp450.000, dan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) dari Rp210.000 menjadi Rp300.000.

Maksud pemegang KJP Plus diberikan keleluasaan membeli daging, susu, dan ikan murah tentu untuk meningkatkan gizi atau nutrisi mereka. Maklum pemegang kartu ini adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu yang kemungkinan berpotensi tertinggal dalam hal pemenuhan gizi.

Kini pemegang KJP Plus sudah bisa membeli daging, susu dan ikan murah di 74 lokasi yang disediakan Pemprov DKI Jakarta. Bukan itu saja, makanan bergizi itu juga disediakan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA-RPTRA) sekitar permukiman warga.

Penyediaan daging, susu, dan ikan murah adalah bentuk kepedulian terhadap warga kurang mampu, termasuk orangtua pemegang KJP Plus agar bisa membeli bahan pokok dengan harga terjangkau.
Program pemberian nutrisi terhadap pemegang KJP Plus melalui penyediaan daging, susu, dan ikan murah patut diapresiasi. Dengan program ini ketertinggalan asupan gizi bisa terkejar.

Apalagi meski Pemprov DKI Jakarta memiliki Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sangat berlimpah, nyatanya lebih dari 400 ribu warga hidupnya masih kembang kempis alias miskin. . Karena itu, berbagai program yang menyangkut penyediaan pangan murah untuk warga kurang mampu harus didukung.

Dengan APBD mencapai Rp71 triliun/tahun, tidak ada salahnya bila pada hari tertentu Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan makanan tambahan bagi siswa baik PAUD, TK, SD, SMP maupun SMA/SMK berupa susu atau kacang hijau dan sejenisnya. Berikan mereka susu dan makanan bergizi lainnya sebelum proses belajar dan mengajar dimulai.

Bila asupan gizi terus digenjot melalui makanan tambahan diharapkan siswa yang nota bene sebagai generasi penerus bangsa akan semakin cerdas. Sebab gizi itu penting bagi anak sekolah, karena selain bisa meningkatkan kecerdasan juga menunjang pertumbuhan secara fisik dan mental.

Guna mendukung hal ini, anak sekolah memerlukan kondisi tubuh yang optimal dan bugar, sehingga memerlukan gizi. Kini saatnya Pemrov DKI Jakarta menyediakan makanan tambahan bergizi bagi siswa. @*