Sunday, 27 May 2018

Tidak Mau Punya Momongan Karena Pertahankan Karier

Kamis, 8 Februari 2018 — 7:40 WIB
nah-8

Santi, 27, benar-benar wanita yang mau melawan kodrat. Mau punya suami tapi tak mau punya anak, gara-gara tak mau kariernya terhambat. Hendro, 34, pun kecewa karena bayi yang ditunggu-tunggunya tahu-tahu digugurkan. Mendingan cerai sajalah pada akhirnya.

Ternyata ada juga perempuan yang mau melawan kodrat. Salah satunya adalah Santi, warga Dukuh Kupang, Surabaya. Dia mau menikah, tapi tak mau punya anak. Itukan sama saja mau enaknya, tapi tak mau anaknya. Sebab Santi memang tak pernah menolak ketika diajak “serangan umum”, tapi untuk konsekwensi harus melahirkan, nanti dulu.

Sudah dua tahun menikah, baru sekarang ada tanda-tanda bahwa tidak sia-sia tiap malam berkeringat. Ketika kehamilan istrinya berusia 4 bulan, kok Hendro menemukan kartu nama seseorang yang menawarkan jasa pengguguran kandungan. Awalnya tidak curiga. Dia baru kepikiran begitu Santi berulang kali menanyakan kartu nama itu. “Nggak tahu,” kata Hendro berlagak pilon.

Seminggu kemudian, perut Santi kembali langsing. Kenapa, ternyata janin itu udah digugurkan. Lemeslah Hendro, sehingga kemudian dia mengadu pada mertuanya. Lalu Santi disidang. Hasilnya, dia memang tak mau punya anak, karena takut kariernya terhambat. “Kalau tetap mau jadi suamiku, ya kondisinya seperti ini,” kata Santi.

Tentu saja Hendro kaget. Berumahtangga salah satunya kan untuk berketurunan. Karena Santi mau melawan kodrat, akhirnya Hendro memilih menceraikan istrinya. “Memangnya perempuan Surabaya hanya dia,” pikir Hendro.

Stok perempuan cukup aman sampai Lebaran, Bleh. (JPNN/Gunarso TS)