Monday, 19 February 2018

Ketika Emak-emak Kampung Melenggok di Catwalk

Jumat, 9 Februari 2018 — 23:41 WIB
Sebanyak 23 orang ‘emak-emak’ tampak lincah berlenggok-lenggok di atas panggung

Sebanyak 23 orang ‘emak-emak’ tampak lincah berlenggok-lenggok di atas panggung

JAKARTA– Festival Toleransi Rakyat (Peace Festival 2018) di La Piazza, Gandaria City, Jakarta resmi dibuka siang ini, Jumat 8 Februari 2018 dengan lomba peragaan busana (fashion show) kaum perempuan desa.

Sebanyak 23 orang ‘emak-emak’ tampak lincah berlenggok-lenggok di atas panggung dan lantai catwalk. Padahal, mereka adalah perempuan desa biasa yang tak pernah bersentuhan dengan dunia fesyen. Bahkan sebagian besar peserta baru kali ini menjejakkan kaki di Ibukota.

Di antara peserta malah ada yang menjahit sendiri busana yang diperagakan. Namun, mereka mampu menunjukkan kemampuan sebagai model. Tak kalah dengan model-model profesional.

Sambutan penonton sangat meriah. Mereka bersorak-sorai melihat ‘kaum emak’ yang tengah beraksi. Sebagian lagi bahkan berteriak kencang mendukung jagoan masing-masing.

Tak hanya kemampuan melenggok, peserta juga diuji kemampuannya dalam berbicara di depan forum. Sebanyak 23 peserta tersebut diseleksi menjadi 12 besar. Dan dari 12 ini, para juri memilih lima orang pemenang dengan nilai terbanyak. Para juri dalam ajang unjuk busana ini adalah Olga Lidya (artis), Nia Dinata (sutradara), Amy Atmanto (perancang busana), dan Ai Syarif (Femina Group).

Setelah melalui proses penjurian yang cukup menegangkan, akhirnya juri sepakat menetapkan jawara. Qoriatul Azizah, asal Batu, Malang, Jawa Timur berhasil meraih juara pertama. Berturut-turut diikuti oleh Maria Sendi (Malang) di tempat kedua, Anita Sari (Malang) juara tiga, Siti Fatimah (Malang) di tempat keempat, dan Galih Nur (Klaten) sebagai juara kelima.

Qoriatul mengaku bangga bisa meraih juara pertama. Sebagai orang desa, ia tak menyangka dirinya mampu tampil bagus dalam fashion show ini. “Apalagi jurinya adalah para artis dan orang terkenal. Jadi tantangannya sangat luar biasa. Tapi alhamdulillah, saya mampu tampil,” ungkapnya.

Sebagai salah satu juri, Olga mengaku kaget dan kagum dengan penampilan ‘emak-emak’ ini. Ia pikir penjurian akan mudah karena semua peserta belum pernah naik ke atas panggung.

Dan ternyata prediksi Olga tentang peserta salah. Tak seperti yang ia bayangkan. Demikian pula yang dirasakan juri lainnya. Namun, para juri akhirnya sepakat memilih yang terbaik. Para peserta, kata Olga, tidak hanya menunjukkan kepercayaan diri tapi sudah menunjukkan sikap kepemimpinan.(rilis)