Wednesday, 26 September 2018

Sodetan Kali Ciliwung, Sandi Minta Warga Bidara Cina Tidak Egois

Jumat, 9 Februari 2018 — 11:05 WIB
dokumentasi/toga

dokumentasi/toga

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan mengungkapkan masih banyak lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diduduki oleh warga. Pendudukan itu membuat proyek sodetan Ciliwung menjadi terhambat.

Selain pendudukan secara ilegal, sodetan Kali Ciliwung juga terkendala pembebasan lahan milik warga. Sandi meminta agar warga merelakan lahan miliknya untuk dijadikan sarana umum demi penanggulangan banjir di Jakarta.

“Ada beberapa lahan yang milik Pemprov DKI tapi masih diduduki warga, ada yang milik privat yang diduduki warga. Kita ingin mencari sebuah format bagaimana masyarakat bisa setuju untuk merelakan tanahnya untukk fasilitas yang akan dinikmati seluruh publik jakarta. Jadi kita gak boleh egois,” katanya di Balaikota DKI, Jumat (9/2/2018).

wagub sandi jumat-ikbalWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.(ikbal)

Dalam pembebasan lahan di daerah Bicara Cina, Jakarta Timur, Sandi mengatakan akan mengedepankan pendekatan persuasif dengan mediasi. Sandi ingin agar ada percepatan dalam pembangunan sodetan dan kasus hukum atas lahan tidak berkepanjangan.

“Kita ingin ada percepatan, dan kita ingin ada mediasi. Perlu ada kesepakatan suapaya tidak terjadi kasus hukum yang berlarut-larut,” tandasnya.

Terkait ganti rugi, Sandi menegaskan akan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku. Dikatakan Sandi, nilai dan proses ganti rugi terhadap lahan yang baik milik Pemprov DKI maupun milik warga.

“Nanti tim hukum yang akan lihat, kalau memang itu milik Pemprov bagaimana kewajiban hukumnya, undang-undangnya, mengatur seperti apa. Pokoknya kita harus sesuai ketentuan dan kita ingin ada mediasi dan dialog,” pungkas Sandi.

(ikbal/sir)