Sunday, 22 July 2018

Warga Kampung Akuarium Senang Dibuatkan Shelter

Jumat, 9 Februari 2018 — 7:21 WIB
Pemprov DKI sedang membangun hunian sementara bagi korban gusuran Kampung Akuarium Penjaringan. (joko)

Pemprov DKI sedang membangun hunian sementara bagi korban gusuran Kampung Akuarium Penjaringan. (joko)

JAKARTA – Warga Kampung Akuarium, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, menyambut gembira rencna Pemprov DKI membangun shelter buat mereka. Dengan adanya hunian sementara yang sedang disiapkan Dinas Perumahan itu, ratusan warga korban gusuran yang selama ini bertahan di tenda darurat nantinya akan bisa tinggal di tempat yang lebih nyaman.

Ratusan hunian permanen pada April 2016 dibuldoser petugas atas perintah Ahok saat menjadi gubernur. Selanjutnya, 150-an keluarga jadi gelandangan. Sebagian besar bertahan hidup di bekas gusuran dengan mendirikan tenda maupun gubuk darurat.

“Sedihnya bukan main. Selama setahun tinggal di tenda ada 11 orang yang meninggal dunia, baik orang muda maupun tua,” ujar Marlina, 30, salah satu warga Kampung Akuarium, Kamis (8/2/2018). Menurutnya mereka meninggal satu per satu hampir tiap bulan dikarenakan stres dan tidak kuat hidup di tenda.

“Hidup di tenda sangat berat, sangat berat, karena kami sebelumnya tinggal di rumah permanen selayaknya keluarga mapan, bukan gelandangan. Hidup di tenda gak tahan panasnya, kalau malam angin kencang sekali, ditambah lagi hujan, dan gangguan binatang lainnya. Aduuuh, sengsara benar jadi tunawisma,” ujar Marlina yang bersuamikan seorang sopir. Beberapa bulan sejak penggusuran, ibu satu anak ini juga kehilangan ayah dan ibu untuk selamanya. “Beliau memang sudah tua, apalagi ditambah stres akibat kehilangan rumah, maka jadi makin sakit-sakitan dan tak lama wafat,” jelasnya.

Mamat, warga lain, menyambut gembira pembangunan hunian sementara yang sedang disiapkan di lokasi tersebut. “Terima kasih yang tak terhingga kepada Gubernur Anies dan Wagub Sandi,” ujar pedagang asongan ini.

Dia dan warga lainnya tak sabar untuk segera menempatinya tapi sayang bangunan yang terdiri dari kerangka baja ringan, dan dinding bata ekspos serta triplek itu belum jadi.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik menjelaskan pihaknya mendorong Anies untuk membangun shelter tersebut. “Di lokasi itu akan dibangun rusun untuk merelokasi para korban gusuran zaman pemerintahaan sebelumnya. Pembangunan rusun ditargetkan selesai tahun depan. Dengan pertimbangan manusiawi, maka dibuatkanlah hunian sementara yang lebih nyaman dibandig gubuk darurat,” kata Taufik.

Menurutnya Anies tidak akan merelokasi mereka di rusun yang jauh dari Kampung Akuarium. “Kasihan kalau mereka direlokasi di tempat jauh sehingga tidak bisa lagi bekerja sebagaimana mestinya dan tak mampu bayar sewa rusun,” pungkas Taufik. Data Dinas Perumahan menyebutkan bangunan shelter berkapasitas 150 warga dengan ukuran tiap hunian 3 x 6 meter2. (joko/yp)