Thursday, 26 April 2018

Shelter Kampung Akuarium Cuma Bisa Tampung 107 Keluarga

Sabtu, 10 Februari 2018 — 0:22 WIB
Warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara tidak sabar ingin menempati shelter yang dibangun Pempov DKI Jakarta. (deny)

Warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara tidak sabar ingin menempati shelter yang dibangun Pempov DKI Jakarta. (deny)

JAKARTA – Shelter atau hunian sementara yang dibangun Pemprov DKI Jakarta di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, berkapasitas terbatas. Hanya 107 keluarga korban gusuran yang bisa ditampung di tempat itu.

Rini, Ketua RT di Kampung Akuarium, mengatakan, warga sudah tidak sabar menempati shelter tersebut, terlebih dengan musim hujan seperti saat ini. “Warga kami penginnya cepat-cepat nempatin hunian itu,” ucapnya, Jumat (9/2).

Hanya saja, Rini meminta warga bersabar dan menunggu pembangunan shelter benar-benar kelar dan ada intruksi lanjutan dari Pemprov DKI Jakarta. “Apalagi kan katanya nanti ada peresmiannya juga oleh Pak Gubernur Anies,” ujarnya.

Darmadiani, tokoh masyarakat di Kampung Akuarium, menilai shelter untuk tempat tinggal sementara jauh lebih baik dibandingkan yang ada sebelumnya. “Alhamdulillah, gubernur dan wakil gubernur sekarang lebih perhatian terhadap nasib kami,” katanya.

Adapun mengenai jumlah unit yang hanya disediakan sebanyak 107, sambungnya, memang itu berdasarkan jumlah eksisting warga Kampung Akuarium yang masih bertahan pasca penertiban pada 2016.

“Kalau waktu itu mengusulkan 126 unit, tapi yang dibangun 107 karena berdasarkan data yang masuk ke Pemprov DKI Jakarta jumlahnya segitu,” ungkapnya.
WARGA EKSISTING

Lurah Penjaringan, Depika Romadi menegaskan, jumlah unit yang tersedia berdasarkan dengan jumlah warga Kampung Akuarium yang masih bertahan. “Mereka warga eksisting, artinya memang yang belum menerima rusun dan pindah ke tempat lain,” terangnya.

Depika menjelaskan, tidak mungkin warga korban gusuran yang sudah mendapatkan rumah susun (Rusun) atau pindah kemudian bisa menempati shelter. “Semua data kami pegang. Siapa warga yang telah menerima rusun atau belum, datanya kami punya,” tegasnya. (deny/ruh/st)