Monday, 19 November 2018

Mitos Angker Tanjakan Emen

Minggu, 11 Februari 2018 — 6:30 WIB
Kecelakaan bus di Tanjakan Emen. (ist)

Kecelakaan bus di Tanjakan Emen. (ist)

SUBANG– Jalur maut yang dikenal dengan nama ‘tanjakan Emen’ dikenal sebagai jalur tengkorak yang mebuat ngeri pengendara. Tak banyak yang mengetahui mengapa nama Emen melekat di jalur maut tersebut.

Mitos yang bedar di kalangan masyarakat setempat, di tanjakan Jalan Subang-Bandung tepatnya di Kampung Cicenang Desa/Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang tersebut kerap muncul ‘penampakan’.

Ada yang menyebut, dulu sekitar tahun 1970 terjadi kecelakaan yang menewaskan Emen, kenek truk. Konon Emen terseret bus saat sedang memperbaiki kendaraannya yang mogok. Sejak itulah kerap muncul ‘penampakan’ serta sering terjadi kecelakaan.

Kisah lainnya, Emen korban tabrak lari yang mayatnya dibuang di semak-semak sebelum ditemukan. Arwah Emen pun penasaran dan kerap muncul di lokasi kejadian.

Cerita lainnya, Emen bukanlah kenek truk, melainkan sopir oplet. Dia memang tewas di tanjakan tersebut. Dia dan sejumlah penumpangnya direnggut maut akibat angkot menabrak tebing lalu terbakar. Sejak itulah jalur maut tersebut dijuluki ‘tanjakan Emen’

Dari beragam cerita mistik yang beredar di masyarakat, salah satu cerita yang dipercaya masyarakat, Emen adalah sopir oplet Subang – Bandung yang tewas pada 1964 karena kendaraannya terbakar. Pasca kejadian, di lokasi itu sering terjadi kecelakaan.
Masyarat yang percaya pada mistis, akan melempar uang receh atau rokok saat melintas di tempat tersebut dengan harapan tidak mengalami kecelakaan. Padahal, lokasi tanjakan tersebut memang rawan kecelakaan. Namun masih saja banyak yang menganggap arwah Emen gentayangan hingga membuat sering terjadi celaka. (ham/ird)