Sunday, 25 February 2018

Panik, Cemas dan Sedih, Itulah yang Tampak dari Keluarga Korban Kecelakaan di Tanjakan Emen

Minggu, 11 Februari 2018 — 6:17 WIB
Warga berdatangan ke posko Crisis Center, di Kantor Kelurahan Pisangan,

Warga berdatangan ke posko Crisis Center, di Kantor Kelurahan Pisangan,

TANGERANG– Proses identifikasi korban kecelakaan bus di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, masih terus dilakukan di RSUD Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018) tengah malam. Jumlah korban meninggal dunia dilaporkan bertambah menjadi 27 orang.

“Informasi terkini dari Bapak Lurah Pisangan, Pak Idrus Asenih, bahwa korban meninggal dunia 27 orang. Sekarang masih proses identifikasi,” kata Saefudin, staf Kecamatan Ciputat Timur, melalui pengeras suara di Crisis Center, Kantor Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Sabtu (10/2/2018) menjelang tengah malam.

Memang hingga jelang tengah malam tampak kesibukan di posko tersebut. Ratusan keluarga korban datang ingin mencari tahu kondisi keluarga mereka. Tampak wajah mereka cemas, sedih dan bahkan ada yang panik. Apalagi banyak beredar kabar yang tidak jelas soal kecelakaan tersebut.

Informasi itu ia sampaikan sekaligus mengklarifikasi kabar sebelumnya yang mengatakan sudah ada iring-iringan ambulans membawa para korban dari RSUD Subang, menuju RSUD Tangsel. “Tadi informasi tadi diralat kembali bahwa ambulans dari Tangsel belum sampai ke RSUD Subang,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jajaran Dinas Kesehatan Kota Tangsel langsung mengirimkan sekitar 20 mobil ambulans untuk membantu mengevakuasi korban yang meninggal dunia maupun luka-luka akibat mobil bus wisata yang membawa anggota koperasi Permata, Kampung Legoso, Pisangan, Ciputat Timur dibawa ke Tangsel kecelakaan di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, Sabtu sore. (julian/b)