Sunday, 27 May 2018

Cemburu Telepon Melulu Kepala Bini Digetok Palu

Senin, 12 Februari 2018 — 5:32 WIB
ketok

GARA-GARA HP, banyak rumahtangga jadi ribut. Fahri, 45, dari Lamongan (Jatim) ini misalnya, saking cemburunya karena sang istri, Atikah, 40, telepon-teleponan melulu dengan lelaki lain, tega menggetoknya pakai palu tepat di kepala dan dengkul. Untung saja bisa dilerai oleh tetangga, kalau tidak habislah dia digorok suami.

Rumahtangga jaman now, tak bisa hidup tanpa HP; baik yang masih pakai HP jadul maupun yang sudah canggih pakai smartphone. Tapi alat komunikasi canggih itu bak pisau bermata dua. Di samping sangat membantu pekerjaan, tapi juga banyak mengakibatkan orang kurang kerjaan. Lewat medsos, dunia terus heboh. Bahkan rumahtangga bisa hancur juga karena salah menggunakan alat komunikasi canggih.

Ny. Atikah warga Rancangkencono Lamongan, pegang HP baru sekitar 5 tahun lalu. Dulu masih pakai HP jadul yang hanya bisa kirim SMS dan telpon. Tapi sekarang, HP smartphone Atikah bisa untuk kirim gambar, video, musik, bahkan bisa nge-WA segala. Jika sudah nge-WA, jadi lupa segalanya.

Fahri sebagai suaminya, lama-lama kesal juga dibuatnya. Pekerjaan ibu rumahtangga jadi sering terbengkelai karena Atikah lebih asyik dengan HP canggihnya. Terpaksa Fahri jadi rajin ngomel.

Fahri tak hanya kritis pada istri, tapi rumahtangga sendiri memang dalam kondisi kritis! Soalnya, belakangan ada indikasi bahwa telepon-teleponan Atikah pada seseorang itu bukan sekedar japri-japrian biasa, tapi menjurus antara pria dan wanita, antara asmara dan cinta. Salah satu indikasinya, jika suami dekat dia telpon, langsung diputus mendadak.

Padahal jika Fahri tak melihat, cara teleponnya asyik dan mesra banget. Sampai-sampai Fahri ada pikiran ingin menyadap pembicaraan istrinya.

Sampailah pada kejadian beberapa hari lalu. Atikah asyik banget bicara di telepon dengan seorang lelaki. Fahri khawatir bahwa lelaki itu adalah PIL-nya. Dia tak mau bininya yang masih seksi dan STNK di usia 40 tahun itu kabur digondol lelaki lain. Karena diingatkan tak pernah digubris, langsung saja HP direbut dan dibanting. “Main HP terus, kenyang apa makan HP….?” Omel Fahri kemudian.

Tapi Atikah bukan sadar, malah jadi marah. Nah, tambah emosi saja Fahri non DPR ini. Dia ambil palu, lalu digetokkan ke kepala istri sampai mencono. Bahkan dengkulnya pun dapat bagian, sehingga Atikah kabur dengan langkah kedingklangan karena kemudian dikejer suami dengan bawa gorok.

Mendengar ribut-ribut suami istri, warga datang menolong. Fahri bisa diredakan emosinya. Tapi kasus KDRT itu akhirnya ditangani Polsek Lamongan, dan Fahri pun ditahan. Dia mengaku salah, karena terlalu emosi. “Tapi saya juga tak mau rumahtanggaku diganggu,” kata Fahri membela diri.

Kalau gampang emosi, namanya ganti saja jadi: Fahri Hamarah! (JPNN/Gunarso TS)