Friday, 17 August 2018

*DARURAT NARKOBA*

Senin, 12 Februari 2018 — 5:25 WIB

Oleh H. Harmoko

BANYAK cara dilakukan para pebisnis narkoba untuk memasarkan dagangannya di Indonesia. Keberhasilan aparat negara menggagalkan penyelundupan narkoba dan menangkapi penggunanya, tak menyiutkan nyali pelaku bisnis haram ini.

Belum juga lupa ingatan kita tentang keberhasilan aparat kepolisian menggagalkan penyelundupan satu ton sabu (oleh empat warga negara Taiwan) bebera bulan lalu di pantai Anyer, Serang, Banten, jajaran TNI AL Rabu (7Feb) lalu berhasil menggagalkan upaya serupa di perairan Batam. Tak kurang 1 ton sabu pun diamankan.

Kenekatan para pebisnis barang haram itu sepertinya dilatari bahwa peluang pasar mereka di Indonesia sangat tinggi. Sesuai dengan data di Badan Narkotika Nasional, di Indonesia terdapat hampir 6 juta orang mengidap ketergantungan narkoba. Angka ini belum termasuk pengguna ganda, baik pengedar maupun oranf-orang yang masih coba-coba.

Dua kasus besar itu sama-sama terjadi di perariran laut. Hal ini menguatkan sinyalemen banyak pihak bahwa perairan laut kita sangat rawan penyelundupan narkoba.

Begitulah, seperti pula pernah dikemukakan oleh Deputi Pemberantasan Narkoba BNN, Irjen Arman Depari, 80% penyelundupan dilakukan melalui laut. Selat Malaka paling rawan, mengingat perairan ini berada pada arus lalu lintas perdagangan dunia.

Hal itu diperparah dengan banyaknya dermaga ilegal di garis pantai sepanjang Selat Malaka. Garis pantai itu banyak yang terbuka, tidak terdapat pengawasan. Iya, pada beberapa titik pelabuhan ilegal itu bukan lagi minim pengawasan, tetapi memang tidak ada pengawasan.

Kedekatan lokasi pelabuhan ilegal itu dengan perariran Selat Malaka juga mengakibatkan banyaknya transaksi di tengah lautan. Ada berita, pelabuhan pelabuhan itu awalnya dulu bukan hanya untuk penyelundupan narkoba, tapi juga barang barang lain yang bernilai ekonomi tinggi.

Mengingat kondisi seperti itu, tidak ada pilihan lain, jajaran TNI AL mesti meningkatkan sasaran pengawasannya; tidak hanya di perairan Batam, tapi juga di sepanjang pantai Sumatra yang rapat dengan Selat Malaka.

Atas keberhasilan TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan sabu di perairan Batam kali ini, layak kita ucapkan selamat. Selamat bertugas di titik-titik lain, agar darurat narkoba yang terjadi di Indonesia segera berakhir. Insyaallah. ( * )