Monday, 19 February 2018

Meski Hanya Buku Hitam Bikin Orang ‘Naik Pitam’

Senin, 12 Februari 2018 — 5:42 WIB
dddddde

BUKU hitam Setya Novanto kembali bikin geger. Soalnya di situ ada tertulis nama “Ibas” dan “US$ 500 ribu”. Yang bikin mantan Presiden SBY “naik pitam”, Firman Wijaya pengacara Setya Novanto mengulas bahwa buku itu sebagai “black box” untuk mengungkap misteri kasus e-KTP. Ketum Demokrat itupun sampai melapor ke polisi.

Di sela-sela sidang kasus e-KTP, terdakwa Setya Novanto tak pernah lupa bawa buku hitam semacam buku agenda. Beberapa hari lalu terintip oleh pers bahwa di buku itu ada tertulis kata-kata: M. Nazaruddin, Justice Collaborator, Ibas Ketua Fraksi dan “US$ 500 ribu”. Seiring dengan niat Setya Novanto untuk menjadi Justice Collaborator, pers pun menduga bahwa nama-nama di dalam buku itu adalah para penerima duit e-KTP.

Tapi Setya Novanto hanya menjawab, “No comment lah”. Untuk akurasi data biasalah wartawan mencari sumber lain. Ketemulah pengacara Firman Wijaya. Soal buku hitam kliennya tersebut, dia menyebut sebagai “black box” ketika pesawat jatuh. Mungkin saja Setya Novanto ingin menunjukkan seperti apa struktur kasus e-KTP itu.

Orangtua cap apapun pasti menyayangi anak-anaknya, sehingga orang Jawa mengibaratkan sebagai: wingka katon kencana (baca: biar jelek dianggap bagus). Oleh karena itu, orangtua pasti marah ketika anaknya difitnah atau dijelek-jelekkan oleh pihak lain.
Begitu juga anak, dia akan marah bila orangtuanya dijelek-jelekkan orang. Orang Jawa punya istilah: mikul dhuwur mendhem jero (baca: menghormati orangtua).

Ketika buku hitam Setya Novanto dikaitkan dengan Ibas, rupanya Presiden RI ke-VI itu jadi terusik. Apa lagi “ulasan” Firman Wijaya terkesan mendramatisir, meski sang pengacara itu sendiri tak mau bicara lebih jauh tentang putra ke-2 SBY tersebut. Paling bikin kesal SBY, Firman pernah mengait-ngaitkan dirinya dengan proyek e-KTP itu.

Ujung-ujungnya, Firman Wijaya dilaporkan ke polisi, karena “firman”-nya dinilai mengada-ada. Padahal jika mau berkhusnudzon, tulisan “Ibas” dalam buku hitam Setya Novanto itu bisa saja maknanya lain. Karena eks Ketua DPR itu merindukan bisa berkumpul kembali dengan anak dan istrinya yang cantik itu, siapa tahu “Ibas” itu bermakna: Ingin Bebas. -gunarso ts