Tuesday, 13 November 2018

Nusron: Hanya Politik ‘Gila’ yang Tega Aniaya Kiai, Pastor, Bikshu

Senin, 12 Februari 2018 — 15:27 WIB
Nusron Wahid di Kompleks Parlemen (rizal)

Nusron Wahid di Kompleks Parlemen (rizal)

JAKARTA  – Hanya orang gila, yang berpikir gila, bertujuan gila dengan niat gila pula manusia yang tega melakukan kekerasan kepada ulama, kiai, ustadz, bikshu dan pastor yang dilakukan seminggu belakangan ini.

Demikian dikatakan  Ketua DPP Golkar Nusron Wahid. Ia malah mengatakan tujuan politik gila itu tak layakan hidup di Indonesia.

“Para pelaku itu orang yang tidak beriman. Sebab, kalau orang beriman pasti tak akan melakukan kekerasan, dan tidak disebut beriman sampai mereka menyintai sesama umat manusia yang beriman. Apapun agamanya,” tegas Nusron Wahid di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (12/2).

Mantan Ketum PP GP Ansor itu menilai yakni, jika kekerasan tersebut tidak terjadi secara kebetulan, melainkan sudah terorganisir dan sistematis. Karena itu Golkar mendesak aparat untuk mengusut tuntas.

Nusron menekankan,  tindakan itu bertujuan untuk menciptakan rasa tidak aman, ekonomi tidak jalan dan masyarakat was-was. “Jadi, Golkar minta polisi dan TNI tidak kalah dengan preman dengan atas nama agama apapun,” ujarnya.

Nusron menegaskan, harus ada upaya konkret aparat dan pemerintah menghadapi kejahatan terorganisir, orang gila untuk kepentingan yang gila. “Bisa gila politik maupun gila kekuasaan, karena peristiwanya beruntun,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Ali Mukhtar Ngabalin menegaskan bahwa tindakan itu untuk merusak dan mencederai Pancasila dan demokrasi. “Orang seperti ini tidak layak hidup di NKRI. Kami kutuk keras tindakan brutal dan tidak beradab ini,” tegasnya. (rizal/win)