Saturday, 15 December 2018

Wanita Asal NTT Dibunuh Majikan di Malaysia dan Dipaksa Tidur Bersama Seekor Anjing

Senin, 12 Februari 2018 — 15:57 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

MALAYSIA – Wanita pekerja migran Indonesia (PMI) tewas di rumah sakit Penang, Malysia, Minggu (11/2/2018). Sehari sebelumnya, dia diselamatkan dari rumah majikannya dengan tubuh terluka, dan dipaksa tidur bersama seekor anjing di beranda.

Diberitakan media Malaysia The Star, Senin (12/2), wanita tersebut diselamatkan dari rumah majikannya di Bukit Mertajam, Penang, pada Sabtu (10/2).

Dalam foto yang beredar, wanita berusia 21 tahun itu terlihat terduduk lesu bersandar pada tembok. Sementara anjing jenis Rotweiller terantai di dekatnya, terus menggonggong ke arah para penyelamat.

Polisi mengidentifikasi wanita itu bernama Adelina dari Medan (keterangan KJRI dari NTT) . Dia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal dunia sehari kemudian.

“Ada pembengkakan di kepala dan wajahnya, serta luka di tangan dan kakinya. Percobaan untuk mengambil keterangan dari korban saat masih hidup gagal karena dia sangat ketakutan,” kata Hamid.

Polisi telah menahan terduga pelaku yaitu seorang wanita berusia 36 tahun dan kakaknya, pria berusia 39 tahun. Keduanya didakwa atas dugaan pembunuhan terhadap Adelina.

Kasus ini terungkap setelah warga mendapatkan aduan dari tetangga pelaku.  Menurut saksi, Adelina dipaksa tidur bersama anjing majikan selama lebih dari satu bulan. Saksi juga mengaku melihat luka bakar di tubuh wanita tersebut.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamad Iqbalmengatakan, terduga pelaku pembunuh Adelina sudah ditahan.

Mereka akan diinvestigasi untuk memastikan keterlibatan dalam pembunuhan sadis tersebut. Dua terduga pelaku dikenakan pasal pembunuhan dengan maksimal hukuman mati.

“Pembunuhan berencana atau membunuh dengan sengaja ancamannya hukuman mati,” sebut Iqbal di kantor Kemlu, Senin (12/2).

Saat ini, lanjutnya,  Polisi akan melakukan pemeriksaan untuk mencari tahu penyebab kematian wanita asal NTT itu (bukan dari Medan).

“Masih pemeriksaan. Masih terlalu dini, mungkin tanggal 14 baru diketahui karena post mortem baru selasa nanti,” sebut iqbal.

Kasus ini belum diketahui keluarga Adelina di Tanah Air karena KJRI kesulitan menelusuri alamat Adelina di NTT. Karena alamat keluarga tidak diketahui, KJRI belum tahu apakah Adelina akan dimakamkan di Malaysia atau di Indonesia.(Tri)