Friday, 17 August 2018

Duterte Perintahkan Tembak Pemberontak Wanita di Bagian Vagina

Selasa, 13 Februari 2018 — 12:14 WIB
Presiden Filipina, Duterte. (reuters)

Presiden Filipina, Duterte. (reuters)

FILIPINA – Presiden Rodrigo Duterte mengeluarkan perintah kepada tentaranya, untuk menembak pemberontak wanita komunis di vagina. Hal tersebut diutarakannya saat berpidato di hadapan lebih dari 200 mantan tentara komunis di Malacanang.

“‘Ada perintah baru dari walikota,’ Kami tidak akan membunuhmu. Kami hanya akan menembakmu di vagina, ‘”kata Duterte seperti dilansir The Guardian, Selasa (13/2/2018). Duterte melanjutkan dengan mengatakan bahwa tanpa vagina mereka, wanita akan menjadi “Tidak berguna”.

Duterte menyebutkan kata Visayan “bisong”, yang berarti vagina, berulang kali sepanjang pidato, meskipun kemudian disensor dari transkrip Istana resmi, diganti hanya dengan sedikit garis. Namun, ucapan tersebut direkam karena menarik tawa dari penonton.

Ucapan tersebut, mengundang kemarahan organisasi hak asasi manusia dan kelompok perempuan di wilayah tersebut. “Ini hanya yang terbaru dalam serangkaian penghinaan yang ia lakukan terhadap perempuan,” kata Carlos H Conde, peneliti Filipina untuk Human Rights Watch.

Anggota Kongres Emmi de Jesus, yang berbicara atas nama Partai Wanita Gabriela, mencela Presiden Rodrigo Duterte sebagai “orang fasik,” dan mengatakan komentar “anti-wanita” yang dilontarkan Duterte, membuat ia menjadi “figur macho-fasis yang paling berbahaya di pemerintahan saat ini.”

Sayangnya, para “pembantu”nya menganggap Duterte sedang bercanda. Juru bicara presiden Duterte, Harry Roque malah menuding para perempuan terlalu berlebihan menanggapi pernyataan sang presiden.”Maksud saya, itu humor. Ayolah. Tertawalah,” kata Roqeu. (embun)