Friday, 22 June 2018

Efendi Terbaring Lemas, Tangan Kanannya Terikat Kain yang Dikaitkan ke Borgol

Selasa, 13 Februari 2018 — 12:56 WIB
Efendi di RS Polri Kramatjati. Polisi menetapkannya sebagai tersangka pembunuh istri dan dua anak perempuan.  (imam)

Efendi di RS Polri Kramatjati. Polisi menetapkannya sebagai tersangka pembunuh istri dan dua anak perempuan. (imam)

TANGERANG – Kondisi kesehatan Efendi (60), saksi kunci kasus pembunuhan satu keluarga di Perumahan Taman Kota Permai II, Kecamatan Periuk. Kota Tangerang, masih kritis. Suami korban pembunuhan ibu dan dua anak itu belum bisa dimintai keterangan oleh polisi.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan saat mengunjungi Efendi di ruang Melati, RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (13/2/2018).

Di ruangan di rumah sakit itu, Efendi terbaring lemas di atas tempat tidur. Kedua tangannya diikat kain perban ke tepi ranjang. Hanya saja pada tangan kirinya, ikatan perban itu dikaitkan dengan borgol yang ada di pinggir ranjang. Dua petugas memeriksa pria 60 tahun tersebut.

“Kondisi saksi mahkota masih sangat lemah dan tidak memungkinkan untuk diajak komunikasi, ” ungkap Harry.

(Baca: Istri dan 2 Anak Dibunuh, Kapolres: Suami Masih Lemas, Minta Maaf dan Istighfar)

Harry mengaku berbincang dengan Efendi, menanyakan peristiwa yang menewaskan Ema (40), istrinya serta kedua anak tirinya, Nova (23) dan Tiara (13). Pria pedagang pakaian itu dengan lirih meminta maaf.

(Baca: Ibu dan Anak Tewas, Polisi Curigai Suami Ketiga)

“Sekilas hanya yang terucap lemas minta maaf dan istighfar,” ucap Harry.

Harry mengatakan akan berkoordinasi dari tim dokter RS Polri untuk memeriksa kondisi kesehatan dan kejiwaan Efendi. Saat kejadian berdarah terjadi, Efendi mengalami luka di leher dan perut.

“Kita sudah koordinasi dari tim dokter dari RS Polri akan dtindak lanjuti baik dari pembedahan dan psikologi kejiwaan dari saksi tersebut, ” ujar Harry. (imam/yp)