Monday, 23 April 2018

Guru Bakar Tangan Siswa untuk Mencari ‘Pencuri Uang’

Selasa, 13 Februari 2018 — 19:42 WIB
Hukuman fisik sejatinya dilarang di India.

Hukuman fisik sejatinya dilarang di India.

INDIA– Seorang kepala sekolah membakar tangan sejumlah siswa untuk mencari tahu siapa dari mereka yang mencuri uang dari seorang siswa lainnya.

Polisi di India telah mendapatkan laporan tentang dugaan perbuatan kepala sekolah itu, Sushanti Hembrom, yang memaksa 13 muridnya menaruh tangan di atas lilin yang menyala.

Peristiwa itu terjadi pekan lalu di sekolah swasta di negara bagian Jharkhand, India bagian timur.

Sushanti sendiri dibebastugaskan sehari setelah orang tua melaporkannya

Polisi menyatakan kepada BBC Hindi bahwa sang kepala sekolah mengatakan ia melakukan itu dengan harapan murid yang bersalah akan mengaku.

Tetapi itu tak terjadi. Semua siswa tetap menaruh tangannya di atas nyala lilin. Sebagian dari mereka menarik tangannya, tapi tujuh siswa menderita luka bakar.

Salah satu dari siswa itu mengalami luka yang serius dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dia kemudian diliburkan di hari berikutnya.

Polisi menambahkan Sushanti mengaku telah melakukan “kesalahan besar” dengan peristiwa itu dan meminta maaf ke para murid dan orang tua mereka.

India sebetulnya melarang hukuman fisik di sekolah, namun hal itu masih saja dilakukan di berbagai sekolah. Membakar tangan juga bukan hukuman yang biasa terjadi di sekolah-sekolah India.

Pada Maret 2017, trjadi kejadian menghebohkan ketika 70 siswi di bawah usia 10 tahun dipaksa telanjang di sebuah asrama sekolah di Uttar Pradesh. Alasannya, untuk “mengecek darah menstruasi” mereka.(BBC)