Thursday, 13 December 2018

Jampidsus Yakin Polri Bisa Pulangkan Honggo Wendratno

Selasa, 13 Februari 2018 — 20:18 WIB
Jampidsus Adi Toegarisman

Jampidsus Adi Toegarisman

JAKARTA (Pos Kota)  – Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus)  Adi Toegarisman yakin tersangka kasus Kondensat Honggo Wendratno dapat dihadirkan penyidik dari luar negeri dan dapat dilimpahkan bersama dua tersangka lainnya ke penuntut umum, dalam tahap dua.

“Yakinlah.  Mereka punya sarana dan prasarana dan akses ke Interpol (Polisi Internasional),” kata Adi kepada wartawan,  di Gedung Bundar,  Kejaksaan Agung,  Selasa (13/2).

Honggo Wendratno, Dirut PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) dikabarkan masih di Singapura. Polri sudah menerbitkan Red Notice (buronan internasional) dan telah disampaikan ke Kantor Pusat Interpol,  di Lyon,  Perancis.

Adi menyatakam sikapnya sebagai jaksa penuntut umum hanya menunggu pelimpahan tahap dua dari penyidik (Bareskrim Polri).  “Kita juga tetap pada sikap kita agar pelimpahan tahap dua berkas perkara kondensat dilakukan secara bersamaan, ” terangnya.

Berkas perkara kondesat yang diduga merugikan negara sekitar 2, 7 miliar dolar Amerika Serikat (AS)  atau setara Rp38 triliun dinyatakan lengkap,  Rabu (3/1).

Selain Honggo Wendratno,  telah ditetapkan pula dua tersangka lain oleh Bareskrim Polri.  Mereka,  mantan Kepala BP Migas, Raden Priyono dan mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas, Djoko Harsono.

Kewenangan

Jampidsus enggan mengomentari soal bel dipulangkannya Honggo ke Indonesia,  karena itu kewenangan institusi lain (Polri). “Jangan tanya ke saya.  Saya tidak berwenang,” tegasnya soal belum berhasil dipulangkan tersangka ke Tanah Air.

Di Singapura,  selain Honggo masih ada terpidana kasus Cessie Bank Bali Joko Sugiarto Tjandra dan beberapa buronan lain,  termasuk Sjamsul Nursalim (kasus BLBI Bank BDNI)  sampai akhirnya, kasusnya dihentikan penyidikannya,  larena mendapat Surat Keterangan Lunas (SKL)  dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Terakhir,  La Nyala Mattalitti, tersangka kasus dana hibah Pemprov Jatim, tapi dapat dipulangkan ke Indonesia,  setelah Kejagung mencabut paspor La Nyala.  Imigrasi Singapura pulangkan ke Indonesia.  (ahi/win)