Saturday, 15 December 2018

Kematian Adelina PMI Asal NTT Akibat Kegagalan Organ Karena Kehabisan Darah

Selasa, 13 Februari 2018 — 8:58 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

MALAYSIA –  Kematian Adelina (26) pekerja migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur tewas akibat kegagalan organ yang disebabkan kekurangan darah, setelah sering disiksa majikan di Penang, Malaysia.

Ketua Polisi Daerah Seberang Perai Tengah, Asisten Komisioner Nik Ros Azhan Nik Ab Hamid mengatakan pemeriksaan jenazah yang diketuai Dr Amir Saad Abdul Rahim di Hospital Seberang Jaya mendapatkan informasi bahwa korban diyakini diabaikan kondisinya sehingga kehilangan banyak darah.

Pelaku pembunuhan Adelina adalah majikan perempuannya berumur 60 tahun dan telah ditahan Firma Hukum Guaman di Jalan Green Hall di Georgetown.

Pelaku, lanjutnya,  mengunjungi Firma Guaman itu untuk mendapatkan layanan hukum untuk membebaskan dua anaknya yang ditahan.

(Baca : Wanita Asal NTT Dibunuh Majikan di Malaysia dan Dipaksa Tidur Bersama Seekor Anjing)

Sementara itu, Konsuler Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang, Malaysia, Neni Kurniati mengungkapkan Adelina asal Nusa Tenggara Timur sudah bekerja di Penang sejak 24 Desember 2014.

“Namun KJRI tidak pernah menerima laporan penyiksaan dari Adelina sejak pertama bekerja tiga tahun yang lalu,” jelas Neni.

Adelina, lanjutnya,  memiliki paspor yang masih berlaku namun pihaknya akan memeriksa ke Departemen Imigrasi untuk mengetahui apakah dia memiliki izin kerja yang benar.

Paspornya juga menunjukkan bahwa dia berasal dari Nusa Tenggara Timur dan bukan Medan seperti yang dilaporkan.

Diberitakan media Malaysia The Star, Senin (12/2), korban  diselamatkan dari rumah majikannya di Bukit Mertajam, Penang, pada Sabtu (10/2).

Dalam foto yang beredar, korban  terlihat terduduk lesu bersandar pada tembok. Sementara anjing jenis Rotweiller terantai di dekatnya, terus menggonggong ke arah para penyelamat.

Polisi mengidentifikasi wanita itu bernama Adelina dari Medan (keterangan KJRI dari NTT) . Dia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal dunia sehari kemudian.

Polisi telah menahan terduga pelaku yaitu seorang wanita berusia 36 tahun dan kakaknya, pria berusia 39 tahun. Keduanya didakwa atas dugaan pembunuhan terhadap Adelina.

Kasus ini terungkap setelah warga mendapatkan aduan dari tetangga pelaku.  Menurut saksi, Adelina dipaksa tidur bersama anjing majikan selama lebih dari satu bulan. Saksi juga mengaku melihat luka bakar di tubuh wanita tersebut. (Tri)