Sunday, 25 February 2018

Mantan Sekuriti Ini Memukau di Liga Dandut Indonesia

Selasa, 13 Februari 2018 — 22:57 WIB
Lenny Tri Yuliani

Lenny Tri Yuliani

JAKARTA – Lenny Tri Yuliani, menjadi kontestan pertama yang tampil di Liga Dangdut Indonesia (LIDA), pemilihan perwakilan dari Bali. Duta dari Tabanan itu dulunya sempat bekerja sebagai sekuriti.

Wanita berusia 22 tahun itu menceritakan kisah perjalanannya hingga masuk ke lima besar perwakilan dari Bali.

Empat tahun lamanya Lenny menjadi sekuriti di Bali. Dua tahun ia menjadi sekuriti di perusahaan retail, dua tahun menjadi sekuriti di perusahaan outsourcing penerbangan.

Lenny memang memiliki hobi di bidang tarik suara khususnya dangdut. Selain jadi sekuriti, terkadang Lenny juga bernyanyi di beberapa acara.

“Sebelumnya memang selain jadi sekuriti, saya nyanyi di pameran, wedding, hajatan sunatan, dan tempat-tempat ulang tahun,” ucapnya kepada poskotanews.com, di Studio 5 Indosiar, Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (12/2/2018).

Rupanya, bernyanyi dari satu acara ke acara yang lain memang sengaja ia lakukan. Selain untuk mencari rezeki, Lenny juga bermaksud untuk menguji seberapa jauh kemampuannya.

Sekira tahun 2015, Lenny sempat mengikuti audisi Dangdut Academy. Namun, ia tidak berhasil lolos ke babak selanjutnya.

Hal tersebut tak mengurangi semangatnya. Liga Dangdut Indonesia akhirnya menjadi tujuan Lenny untuk kembali menunjukkan kemampuannya.

Padahal, awalnya Lenny tidak mengetahui adanya audisi Liga Dangdut Indonesia di Bali. Tapi, saat ia diundang untuk bernyanyi dalam acara satuan Brimob Bali, ia diberitahu oleh petugas jika akan ada audisi Liga Dangdut Indonesia di Mako Brimob.

Sebanyak 300 kontestan mengikuti audisi Liga Dangdut Indonesia saat itu untuk Bali. Dengan kegigihannya, Lenny menjadi salah satu orang yang lolos untuk menjadi duta dari Tabanan.

“Untuk pekerjaan mungkin fokus kenyanyi aja, pekerjaan yang lama ditinggal,” tandas Lenny.

Penampilan Lenny di Liga Dangdut Indonesia cukup memukau. Ia membawakan lagu berjudul Dua Kursi yang dipopulerkan oleh Rita Sugiarto. Tak banyak kritik yang dilontarkan oleh para juri. (CW6/b)