Sunday, 25 February 2018

Mpok Haryani, Penjual Duren Kalau Diketuk Nyaring, Belum Matang

Selasa, 13 Februari 2018 — 0:16 WIB
Mpok Yani pedagang durian

Mpok Yani pedagang durian

BAGI beberapa orang buah ini tidak disukai, selain karena baunya dinilai menyengat, rasanya pun membuat mual. Namun bagi sebagian banyak orang lagi, buah ini biasa disebut sebagai buah mewah. Selain rasanya enak dan harganya pun tergolong mahal, itu yang membuat buah itu berada di atas buah lainnya.

Durian, orang biasa menyebut duren acapkali dijadikan simbol kemewahan dan bagi kalangan politikus kampung, duren identik dan lambang calon kepala desa (Cakades) yang siap bertarung dalam Pemilihan kepala desa (Pilkades), selain duren,yang dijadikan lambang Cakades ada apel, pisang, anggur, nanas, pisang dan salak.

Banyak daerah-daerah yang pedagang duriannya sudah menjadi jaminan kalau buah berduri yang dijualnya itu memiliki rasa yang mantab dan sesuai selera. Tapi bagi mereka yang tidak sempat mampir, tentu banyak pedagang durian ‘jalanan’ yang menawarkan buah mewah itu. Namun janganlah terkecoh dengan harga dan promosi sipedagangnya.

Bagi mereka yang biasa berkantor di lingkungan Pemkot Bekasi dan sekitar perkantoran di Jl Ir H Juanda, Margahayu, Bekasi Timur. Ada wanita yang memiliki talenta, bagaimana memilih durian yang bagus, rasa manis, lezat dan legit kemudian menjualnya dengan harga murah.

DUREN LAMPUNG

Adalah Mpok Haryani, 45, ibu dua anak asal Kampung Tambelang, Kabupaten Bekasi. Setiap hari saat musim durian tiba, dia selalu membawa puluhan durian hasil pilihannya, “Durennya dari Lampung, kita milih kemudian tukang dagangnya yang ngasih harga, baru dibayar,” jelas Mpok Yani, sapaan akrabnya, saat ditanya cara belanjanya.

Duren yang datang satu truk di pangkalan daerah Babelan,Kabupaten Bekasi. Kemudian para pedagang eceran memilih satu persatu, mengumpulkannya baru dihargai, “Kalau nggak biasa milih, jangan harap duren manis dan lezat. Dapet yang busuk juga pasti,” kata ibu tiga anak ini.

Karenanya duren yang selalu dibawa wanita berlogat Bekasi medok ini pun selalu laris dan habis terjual karena pelanggan sudah yakin, duren yang dibelinya tidak akan mengecewakan, “Emang rata-rata bagus semua dan tidak mengecewakan,” ujar Sahrul, 35, pelanggan tetap Mpok Yani setiap hari Jumat.

Sahrul bersama teman-teman sekantornya selalu menunggu Mpok Yani, saat musim duren tiba dan mereka selalu membeli belasan butir untuk dijadikan ‘cuci mulut’ selepas salat Jumat dan makan siang, “Biasa seminggu sekali,” katanya, sambil mengatakan, punya uang Rp 200 ribu sudah puas makan durian berbagai rasa.

Sementara itu Mpok Yani, menyebutkan jika ingin membeli sendiri duren di agen atau tengkulak, ada beberapa tips untuk memilih buah mewah yang rasanya mantab, lezat dan legit itu, di antaranya; pilih durian yang bulat, cari tangkai durian yang pendek, ketuk dengan pisau, kalau nyaring berarti belum matang. Kemudian cari durian yang duri di kulitnya pendek dan cium aromanya, jika menyengat tentulah matang, juring pilih yang jumlahnya lima, itu menandakan daging manis dan tebal sudah pasti. (saban/bu)