Friday, 21 September 2018

Pelecehan Seks: Kejaksaan New York Tuntut Perusahaan Harvey Weinstein

Selasa, 13 Februari 2018 — 0:32 WIB
Harvey Weinstein menghadapi berbagai tuduhan pelecehan dan kekerasan.

Harvey Weinstein menghadapi berbagai tuduhan pelecehan dan kekerasan.

AMERIKA– Kejaksaan New York mengajukan tuntutan hukum terhadap Weinstein Company; mereka menuduh studio film tersebut tidak melindungi para staf dari serangan seksual Harvey Weinstein.

Produser film terkenal berusia 65 tahun itu menghadapi puluhan tuduhan pelecehan seksual, termasuk pemerkosaan, namun ia membantah semua tuduhan peristiwa seks non-konsensual.

Tuntutan hukum itu menuduh Weinstein melakukan pelecehan kepada para staf perempuan dan melontarkan ancaman verbal untuk membunuh para staf.

Seorang pengacara Weinstein mengatakan bahwa “suatu penyelidikan yang adil” akan menunjukkan bahwa banyak dari tuduhan tersebut yang tidak berdasar.

Pihak Weinstein Company sendiri belum memberikan komentar.

Apa saja yang ada di dalam tuntutan hukum tersebut?

Jaksa Agung New York, Eric Schneiderman mengatakan pada hari Minggu (11/2) ia telah mengajukan tuntutan hukum terhadap Weinstein Company, juga Harvey Weinstein dan adiknya Robert Weinstein, yang turut mendirikan perusahaan tersebut.

Ia menuntut ganti rugi, ditambah denda, atas nama para korban dugaan pelecehan seks yang dilakukan Harvey Weinstein.

Dokumen dalam tuntutan hukum tersebut menuding bahwa selama bertahun-tahun, Weinstein melakukan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap para perempuan pekerja studio film tersebut.

Dituduhkan bahwa eksekutif senior di perusahaan tersebut, termasuk Robert Weinstein, tidak mencegah perlakuan buruk terhadap staf perusahaan meskipun banyak bukti diajukan.

Tuntutan hukum digulirkan setelah dilakukan empat bulan penyelidikan dan menyebut beberapa contoh dugaan kejahatan yang dilakukan Weinstein, antara lain:

-.Ancaman-ancaman verbal, dengan mengatakan ucapan-ucapan seperti “Saya akan bunuh kamu” atau “Saya akan membunuh keluarga kamu” kepada para karyawan.

-.Mempekerjakan staf perempuan sebagai ‘pendamping’ untuk ‘menemani (Weinstein) ke berbagai acara dan memfasilitasi pemenuhan hasrat seksualnya.’

-.Menuntut peristiwa seksual sebagai imbalan promosi karir di studio.

-.Meminta para pengemudinya untuksetiap saat “menyediakan kondom dan suntikan disfungsi ereksi di mobil.”

-.Menyuruh asistennya untuk ‘menjadwalkan orang untuk kegiatan seksual’ baik pada jam kerja maupun seusai setelah lepas bekerja.

Kontrak produser film tersebut diduga berisi ketentuan bahwa tuduhan perbuatan tidak senonoh akan berakibat denda finansial, dan bukan dilarang, yang ‘secara efektif’ memprlakukan pelecehan seksual sekadar ‘urusan uang.’

Menanggapi hal ini, pengacara Weinstein, Ben Brafman mengatakan meskipun perilaku kliennya “bukan tanpa cacat,” namun tidak ada unsur kriminalitas.

“Pada akhir penyelidikan nanti, akan terlihat jelas bahwa Harvey Weinstein mempromosikan lebih banyak perempuan untuk posisi-posisi eksekutif dibanding pemimpin-pemimpin industri lainnya dan tidak ada diskriminasi sama sekali pada Miramax atau (Weinstein Company).” katanya.

Apa artinya bagi Weinstein Company?

Gugatan tersebut menimbulkan masalah pada rencana penjualan Weinstein Company, yang sedang repot melawan kebangkrutan dan tengah dalam pembicaraan dengan para investor.

Dilaporkan bahwa pebisnis perempuan Maria Contreras-Sweet telah melakukan pertemuan untuk membeli studio film itu seharga $500 juta atau Rp6 triliun.

Tapi setelah berita tentang tuntutan tersebut muncul, ia dilaporkan jadi ragu-ragu.

Apa yang dituduhkan terhadap Weinstein?

Pada bulan Oktober tahun lalu, The New York Times menerbitkan sebuah laporan tentang tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan Weinstein selama beberapa dasawarsa.

Sejak itu lebih dari 50 perempuan, di antaranya beberapa pesohor di Hollywood, menuduh produser film itu melakukan serangan seksual, pelecehan, kekerasan dan pemerkosaan.

Setelah berbagai tudingan merebak, Weinstein dipecat oleh dewan direksi perusahaannya.

Ia tengah diselidiki oleh polisi Inggris dan AS namun belum dijerat dengan dakwaan pidana.

Weinstein, yang pernah menjadi salah satu orang paling berkuasa di Hollywood, mengaku bahwa perilakunya telah “menimbulkan banyak luka” namun berkilah bahwa banyak tuduhan terhadapnya itu “sepenuhnya palsu”.(BBC)