Sunday, 22 July 2018

Pembunuhan Sadis Terungkap Dari Ember Bernoda Darah

Selasa, 13 Februari 2018 — 19:19 WIB
Efendi di RS Polri Kramatjati. Polisi menetapkannya sebagai tersangka pembunuh istri dan dua anak perempuan.  (imam)

Efendi di RS Polri Kramatjati. Polisi menetapkannya sebagai tersangka pembunuh istri dan dua anak perempuan. (imam)

TANGERANG – Tidak ada kejahatan yang sempurna, setiap kejahatan pasti meninggalkan jejak. Begitu hal yang selalu diyakini polisi dalam mengungkap sebuah kasus.

Seperti kasus pembunuhan ibu dan dua anaknya di Perumahan Taman Kota Permai II, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Peristiwa itu terungkap berkat kejelian polisi dalam melakukan olah TKP.

“Kasus pembunuhan ini terungkap dari kejadian perkara dan kecermatan mendalami keterangan awal,” beber Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan didampingi Kasat Reskrim AKBP Deddy Supriyadi kepada poskotanews.com , Selasa (13/2/2018).

(Baca: Ibu dan Dua Anak Tewas, Polisi Periksa Kejiwaan Suaminya)

Korban Ema (40), serta kedua anaknya Nova (23) dan Tiara (13) dibunuh oleh Mochtar Effendi (60), yang merupakan suami dan ayah tiri korban. Effendi membunuh keluarganya menggunakan pisau. Usai membunuh, Effendi pun membuat skenario seolah-olah rumahnya tersebut disatroni perampok. Effendi melukai leher dan perutnya dengan pisau. Handphone milik istri dan anaknya dirusak olehnya dan dibuang ke atap rumahnya.

Awalnya polisi sempat kesulitan karena minimnya saksi dan petunjuk yang mengarah ke pembunuh. Polisi menjadikan Effendi sebagai saksi kunci yang harus diselamatkan nyawanya. “Saat melakukan olah TKP, kami mendapati ember berisi air bernodakan darah, ada kain didalamnya. Benda tersebut berada dalam kamar dimana Effendi ditemukan tergeletak, ” ungkap Harry.

“Dari situ kami berkeyakinan kuat bahwa pembunuh ibu dan anak ini adalah suaminya sendiri. Pelaku mencoba menghilangkan petunjuk dengan membersihkan TKP dengan cara mengepel,” sambungnya lagi.

Setelah ada dugaan kuat pelaku pembunuhan, Effendi dipindahkan ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk memudahkan proses penyelidikan. Setelah diinterogasi Effendi mulai bicara dan mengakui perbuatannya.

“Dia (Effendi-red) meminta maaf dan beristighfar. Dia juga menyebutkan pisau yang digunakan untuk membunuh diselipkan dalam lemari pakaian,” ungkap Kapolres. Pembunuhan sadin ini pun terungkap kurang dari 24 jam.

Motifnya karena cicilan mobil. Selama 3 hari terakhir, Pasutri ini cekcok mulut. Pelaku kesal istrinya meminta uang untuk membayar angsuran mobil, padahal istrinya kredit mobil tanpa sepengetahuan pelaku. (imam/us)