Sunday, 27 May 2018

Pemkot Depok Larang Siswa SD dan SMP Rayakan Valentine Day

Selasa, 13 Februari 2018 — 19:43 WIB
Walikota Depok Muhammad Idris.  (anton)

Walikota Depok Muhammad Idris. (anton)

DEPOK  – Dinas Pendidikan (Disdik)  Kota Depok melarang siswa siswi tingkat SD dan SMP di 11 kecamatan untuk merayakan  Valentine Day atau Hari Kasih Sayang, 14 Pebruari, karena tidak mencerminkan nilai dan budaya bangsa Indonesia.

Kepala Disdik setempat,  M. Thamrin, melalui surat No. 421/01120/Disdik/2018  telah memberikan surat edaran ke seluruh sekolah SD dan SMP di kota Depok terkait larangan perayaan hari Valentine yang identik tiap tanggal 14 Februari.

Pelarangan ini adalah untuk menjaga para pelajar yang ada di Kota Depok tidak terlibat dalam kegiatan yang menyimpang dari norma agama, sosial, dan budaya.

“Ini merupakan hasil rapat internal dengan internal dinas pendidikan, dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap maraknya aktivitas menyimpang di kalangan pelajar saat merayakan Valentine,” katanya, Selasa (13/2).

Sedangkan Walikota Depok Muhammad Idris menyatakan, Valentine Day bukan budaya kita. Menurut dia, perayaan itu jauh dari harapan untuk menciptakan generasi muda yang tangguh, unggul,  religius dan berdaya saing dimasa mendatang.

“Perayaan itu bukan budaya kita. Jadi saya himbau kepada seluruh kepala sekolah yang ada di Kota Depok memperhatikan surat edaran Disdik. Hari kasih sayang yang terkandung dalam substansi budaya Valentine, seharusnya dapat dilakukan setiap hari,”  kata Walikota Depok Muhammad Idris didampingi Kepala Disdik M. Tharim, Selasa (13/2).

“Kalau substansinya kami terima. Tapi kekhawatirannya kan ada penyimpangan sosial dalam budaya ini, makanya kami melarang (perayaan) itu terjadi di Kota Depok,” katanya. (anton/win)