Tuesday, 22 May 2018

Suami Resmi Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Dua Anaknya

Selasa, 13 Februari 2018 — 15:30 WIB
Efendi di RS Polri Kramatjati. Polisi menetapkannya sebagai tersangka pembunuh istri dan dua anak perempuan.  (imam)

Efendi di RS Polri Kramatjati. Polisi menetapkannya sebagai tersangka pembunuh istri dan dua anak perempuan. (imam)

TANGERANG – Misteri pembunuhan seorang ibu dan dua anaknya di Perumahan Taman Kota Permai II, Kota Tangerang, akhirnya terungkap. Polisi telah menetapkan suami dan ayah tiri korban sebagai pelaku pembunuhan sadis tersebut.

“Dari hasil keterangan awal dan saksi disertai petunjuk di TKP,  saksi mahkota yakni Mochtar Effendi kami tetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan ini,” ungkap Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan saat menggelar konferensi pers di lokasi kejadian, Selasa (13/2/2018).

Harry menjelaskan, kematian Ema (40), wanita pedagang pakaian dan kedua anaknya, Nova (23) dan Tiara (13) berlatar belakang ekonomi.

Effendi kesal istri sirihnya mengkredit mobil tanpa persetujuan dirinya. Masalah pembayaran cicilan mobil akhirnya berbuntut cekcok mulut diantara pasangan suami-istri tersebut.

“Tiga hari sebelum kejadian terjadi cekcok antara pelaku dengan istrinya, terkait masalah adanya pinjam jual beli mobil yang dipinjam oleh istri yang tidak disetujui pelaku. Cekcok mulut berakhir dengan pembunuhan,” kata Harry.

(Baca :  Kasus Ibu dan 2 Putri Dibunuh, Kekasih Anak Punya Firasat Buruk )

Harry menambahkan, sebilah pisau yang digunakan Effendi untuk menghabiskan nyawa istri serta kedua anak tirinya berhasil ditemukan. Senjata tajam itu diselipkan pelaku di dalam lemari pakaian kamar tidurnya.

Selain menyita pisau, lanjut Harry, anggotanya juga berhasil menemukan handphone milik korban. Alat komunikasi itu dirusak dan dibuang oleh pelaku ke atap rumah. Kedua barang tersebut kini dijadikan sebagai barang bukti.

“Pada saat mengunjunginya di RS Polri, pelaku menyebutkan alat untuk membunuh diselipkan di lemari pakaian. Sedangkan HP korban dilempar ke loteng. Semuanya sudah kami dapatkan untuk dijadikan barang bukti,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya menghabisi nyawa istri dan kedua anak tirinya itu, polisi menjerat Effendi dengan Pasal 338 KUHP junto Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Pria 60 tahun itu terancam menghabiskan sisa hidupnya dibalik jeruji benci.

“Ancaman hukuman penjara seumur hidup,” tandas mantan Kapolres Depok ini. (Imam/tri)