Friday, 17 August 2018

BNN Jakarta Kumpulkan Pengusaha Hiburan Malam

Rabu, 14 Februari 2018 — 20:05 WIB
bnn34

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta mengumpulkan puluhan pelaku usaha tempat hiburan malam (THM) di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta Selatan. Rabu (14/2)untuk menjalin sinergitas dalam pemberantasan peredaran dan penggunaan narkoba.

Kepala BNNP DKI Brigjen Johny Latupeirissa menyatakan, pertemuan ini sebagai bagian dari upaya pencegahan peredaran narkotika. Tempat hiburan malam, menjadi salah satu lokasi potensial bagi peredaran dan penggunaan narkoba.

“Pertemuan kali ini adalah pembinaan sekaligus sosialisasi terkait dengan bahaya narkoba di lingkungan DKI Jakarta. Acara ini bertujuan hanya satu, yaitu terjadinya sinergitas antar-pemerintah daerah, BNN, dan pelaku usaha di tempat hiburan malam,” ujar Kepala BNNP DKI Brigjen Johny Latupeirissa.

Menurutnya, sabu merupakan narkoba yang paling mahal di Indonesia. Ia bahkan mengatakan di China sabu satu gramnya hanya Rp 100 ribu rupiah. “Saya kasih contoh sabu itu di Indonesia satu gramnya saja sudah 1,5-2 juta di luar negeri tidak seperti itu,” katanya di Gedung BNNP DKI Jakarta, Rabu (14/2).

Sementara untuk narkoba jenis ekstasi menurut dia, menempati urutan kedua sebagai narkoba yang paling mahal di Indonesia. “Ekstasi di Indonesia rata-rata Rp 400-600 ribu perbiji makanya Indonesia ini sebagai pasar besar bisnis terbaik di kawasan asia,” ucapnya.

Sabu, ekstasi, dan ganja merupakan jenis narkoba yang paling banyak beredar di Jakarta. “Nah ganja ini terbanyak penggunanya di kalangan pelajar dan mahasiswa, pekerja,” ujarnya.

Johnny juga mengatakan ada 113 kawasan di Jakarta yang rawan peredaran narkoba. Tempat Hiburan Malam menurutnya salah satu tempat yang juga rawan penyalagunaan narkoba.”Salah satunya adalah THM itu oleh karena itu THM ini jadi target kita untuk melkukan pembinaan, agar mereka sendiri mau proakrif untuk agar lingkungan merek bersih dari narkoba,” pungkasnya. (Adji/b)