Saturday, 18 August 2018

Cegah Kebakaran, Bus TransJakarta Dilengkapi Tombol Darurat Khusus

Rabu, 14 Februari 2018 — 11:21 WIB
Bus TransJakarta, karoserinya digarap Karoseri Nusantara Gemilang di Kudus, Jawa Tengah.(yendhi)

Bus TransJakarta, karoserinya digarap Karoseri Nusantara Gemilang di Kudus, Jawa Tengah.(yendhi)

JAKARTA – Antisipasi  kerusakan pada sistem kelistrikan yang diduga menjadi penyebab bus Transjakarta terbakar, PT TransJakarta akan memasang tombol darurat khusus (software engine) pada semua armadanya.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama TransJakarta, Budi Kaliwono saat berkunjung ke perusahaan Karoseri Nusantara Gemilang, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2018).

Menurutnya, bus TransJakarta yang beberapa waktu lalu sempat terbakar akibat terjadi  konsleting dibagian kelistrikan. Dia tegaskan kebakaran bus TransJakarta tidak sering terjadi, terahir sudah setahun silam pada 2016. Bahkan, jika mendapatkan perawatan yang baik insiden tersebut tidak akan terjadi.

Saat itu, lanjutnya,  bus TransJakarta yang mengalami kebakaran didatangkan dari China dengan merk Zhong Tong. Budi menegaskan tidak akan memakai bus tersebut lagi. Pihaknya hanya akan akan menggunakan bus buatan perusahaan otomotif ternama misalnya Mercedes-Benz dan Scania.

“Bus China waktu itu (terbakar), kami enggak lagi memakai bus itu. Buka karena kerap terbakar,  tapi  juga karena tidak ada agen pemegang mereknya, sehingga susah perawatannya dan spare partsnya,” ujar Budi saat berkunjung di Karoseri Nusantara Gemilang, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2018).

Selain akibat konsleting listrik, lanjut Budi, dalam bus Zhong Tong tersebut fitur tombol keselamatan darurat untuk mematikan sistem kelistrikan menjadi satu dengan tombol lain dengan warna yang sama. Sehingga, saat terjadi konsleting sopir panik kesulitan mencari tombol tersebut dan memencet semua tombol yang menambah konsleting.

Nah untuk bus-bus baru besutan Mercedez-Benz dan Scania termasuk 300 bus low entry yang siap dikeluarkan pada Juli 2018 mendatang akan dipasang tombol darurat khusus (software engine) yang dipasang pada dhasbor sebelah kanan kemudi berwarna merah dipadukan dengan tuas darurat untuk membuka pintu. Saat tombol merah tersebut ditekan maka semua sistem kelistrikan akan otomatis mati.

Sehingga, saat kemungkinan terjadi konsleting listrik sopir bisa langsung memencet tombol tersebut dan menarik tuas darurat agar penumpang bisa keluar semua. Kemudian, sopir akan mengambil alat pemadam dibagian bawah dasbor dan menyemprot titik konsleting.

“Pengalaman bus China yang terbakar, bukan merah tombolnya tapi hitam. Dan tombolnya di tengah-tengah jadi satu dengan tombol lain, jadi mau pencet bingung jadi salah semua. Bus kita yang baru ada itu semua di pasang nambah biaya enggak apa-apa,” pungkas dia.

Seperti diketahui, Juli mendatang PT Transportasi Jakarta sudah menyiapkan 300 bus low entry yang dipercayakan pada dua karoseri yakni Nusantara Gemilang mengerjakan 101 bus dan Laksana 199 bus.

Seluruh bus dari Nusantara Gemilang menggunakaan sasis dari Merzedes-Benz sedangkan Laksana menggunakan sasis dari Mercedes-Bens dan Scania.

Bus-bus tersebut juga dipersiapkan untuk menyambut pagelaran Asean Games pada 18 Agustus 2018 mendatang. (Yendhi/tri)