Saturday, 26 May 2018

Dorong Wirausaha Baru, UKM Butuh Akses Pembiayaan

Rabu, 14 Februari 2018 — 15:22 WIB
Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kemenperin Gati Wibawaningsih  .(Tri)

Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kemenperin Gati Wibawaningsih .(Tri)

JAKARTA – Kesulitan mengakses pembiayaan menjadi kendala pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengembangkan komoditas jualannya di Indonesia.

Padahal potensi kewirausahaan masyarakat sudah teruji saat menghadapi berbagai krisis ekonomi selama ini.

Hal itu diakui Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih. Katanya, instansinya mendorong terbentuk wirausaha baru yang membutuhkan dukungan banyak pihak untuk memberdayakan sentra-sentra UKM, yang pada gilirannya meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia.

“Guna mencapai sasaran tersebut, kami berkomitmen dan fokus untuk semakin meningkatkan daya saing dan produktivitas UKM melalui dukungan modal dari swasta & perbankan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (14/2).

Hal senada diungkap anggota Komisi VI DPR, Endang Srikarti Handayani. Harapannya, pelaku UKM tidak dipersulit dalam mengakses pembiayaan dimana alokasi APBN mencapai Rp 1,2 trilyun.

“Pelaku UKM sudah teruji bertahan dalam setiap resesi, apalagi dalam menghadapi persaingan global asalkan difasilitasi dan dilindungi Pemerintah,” ujarnya di Senayan, Kamis (14/2).

Kedua lembaga itu sepakat mengembangkan pelaku UKM itu perlu diperluas pemasarannya melalui online dengan bekerjasama e-commerce seperti Lazada, Shopee, MatahariMall.com, BliBli.com, Bukalapak, Tokopedia, & Blanja.com. Pemerintah mencatat baru 3,79 juta atau 8% dari total 59,2 juta UKM se-Indonesia dari sektor kosmetik, fashion, makanan, minuman, kerajinan, perhiasan, mebel, herbal dan produk logam, yang memanfaatkan platform online. (rinaldi/Tri)