Tuesday, 23 October 2018

Kerja Dua Pria Pengangguran Ini Memalsukan Materai

Rabu, 14 Februari 2018 — 18:02 WIB
Materai palsu disita polisi

Materai palsu disita polisi

JAKARTA – Berbekal ilmu otodidak yang dipelajarinya dari internet, tiga pria pengangguran ini mencari rejeki dengan cara tidak halal.

Selama satu tahun mereka menjual materai palsu yang diproduksinya sendiri. Sepak terjang komplotan ini berakhir di tangan aparat Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Dari ketiga tersangka , prangko palsu diamankan.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Eko Hadi Santoso menyebutkan tersangka yang diamankan Asrizal, 35, dan Afrida,48. “Satu tersangka lagi masih kami buru atas inisial HA,” ujarnya didampingi Kasat Reskrim AKP M Faruk, Rabu (14/2). Dijelaskan AKBP Hadi, pengungkapan berawal dari laporan warga atas aktifitas kawanan tersebut.

Mereka memproduksi materai palsu di satu rumah di kawasan Cipayung, Jakarta Timur yang juga lokasi penangkapan. “Modus tersangka menjual melalui media sosial dan dijual dengan harga lebih murah,”.

Satu lembar materai nominal Rp6 ribu sebanyak 50 lembar dijual seharga Rp50 ribu. “Itu sangat jauh dengan harga materai asli perlembar nya,”ujar kapolres.

PESANANAN

Pengakuan tersangka dalam sehari mereka mampu menjual tiga lembar materai. “Kami produksi tergantung pesanan, rata rata kita buat tiga lembar,” aku satu tersangka.

Dari penangkapan tersebut disita sejumlah barang bukti di antaranya 400 lembar materai palsu siap edar, dua amplop coklat besar, alat sablon dan cairan kimia. (Yahya/b)