Tuesday, 22 May 2018

LSM Malaysia Desak Indonesia Usut Human Trafficking dibalik kematian Adelina

Rabu, 14 Februari 2018 — 15:03 WIB
Country Representative Migran Care Malaysia, Alex Ong berfoto bersama anak-anak NTT di Malaysia.(Ist)

Country Representative Migran Care Malaysia, Alex Ong berfoto bersama anak-anak NTT di Malaysia.(Ist)

 JAKARTA –  Lembaga Swadaya Masyarakat Migrant Care Malaysia (MCM) mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengungkap adanya perdagangan manusia (human trafficking) dibalik kematian pekerja migran Indonesia, Adelina Lisao,21.

“Kami mendesak Pemerintah Indonesia untuk meneliti kasus kematian Delima (Adelina Lisao,red) apakah dilatarbelakangi human traficking,” ujar Alex Ong, country representative MCM  kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Rabu (14/2). “Keadilan untuk odelina & keluarganya sangatlah penting.”

Desakan LSM HAM itu, katanya, diawali legalitas korban yang masuk Malaysia dengan pemalsuan identitas melalui jasa perusahaan pengerah tenaga kerja Indonesia (PPTKI) dan agen di Malaysia yang masuk melalui perbatasan wilayah Kepulauan Riau-Malaysia atau lainnya.

Disamping, ia menambahkan, banyak pekerja migran informal (asisten rumahtangga) dalam pemberangkatannya tanpa diawasi Badan Nasional Penempatan & Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dengan pihak penyelenggara “maid on line” dari ke-9 negara terkait.

“Jadi, kami berharap KBRI di Malaysia bertindak tegas dan adil terhadap WNI yang butuh keadilan di negara tujuan. Mereka harus inisiatif dan proaktif karena itu penting untuk perlindungan,” tutup lelaki yang selama ini ikut memperhatikan anak-anak dari keluarga PMI asal NTT di Sabah, Malaysia. “Juga, Pemerintah Indonesia perlu perhatian terkait program direct hiring.” (rinaldi)