Tuesday, 22 May 2018

Marak Penganiayaan Ustad, Polisi Diminta ‘Jadi’ Santri

Rabu, 14 Februari 2018 — 20:17 WIB
Kapolres Purwakarta AKBP Dedy Tabrani

Kapolres Purwakarta AKBP Dedy Tabrani

PURWAKARTA –Maraknya para pemuka agama yang dianiaya orang yang tak dikenal atau orang gila membuat aparat siaga. Bahkan Kapolres Purwakarta AKBP Dedy Tabrani memerintahkan bawahannya agar menginap diponpes bersama santri pondok.

“Efektifnya mulai malam ini, saya mengarahkan anggota untuk menginap dipondokan kyai,” tegas Dedy, Rabu (14/02/2018).

Kapolres menambahkan, langkah ini untuk mengantisipasi adanya teror orang gila yang mulai meresahkan. Kapolres mengimbau, semua pihak terutama kalangan santri di ponpes jangan terpengaruh.

“Itu hoax.Saya minta jangan terpengaruh. Pelempar hoax itu memiliki tujuan meporakporandakan tatanan keharmonisan yang selama ini sudah terbangun di lingkungan ponpes,” jelas Dedy.

Sejauh ini, kata Kapolres, di wilayahnya belum terbukti adanya kejadian penyerangan ulama atau kyai. Meski beberapa waktu lalu seorang ustadz Pondok Pesantren Al Aqtob, Desa Cianting Kecamatan Sukatani Purwakarta, KH. E Muhyiddin Abdul Jabar atau Ustadz Rawing mendapatkan ancaman penganiayaan dari media sosial facebook. (dadan/us)