Saturday, 26 May 2018

Narkoba di Kampung Boncos, Forkopimko Jakarta Barat “Tersengat”

Rabu, 14 Februari 2018 — 15:59 WIB
Walikota Jakbar, Anas Efendi dan 3 Pilar saat silaturahmi di kantor Walikota Jakbar, Rabu (14/2/2018). (Rachm

Walikota Jakbar, Anas Efendi dan 3 Pilar saat silaturahmi di kantor Walikota Jakbar, Rabu (14/2/2018). (Rachm

JAKARTA– Buntut kasus peredaran narkoba di Kampung Boncos, Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat membuat Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Barat ibarat ‘tersengat’.

Menyikapinya Pemkot Jakarta Barat dan Polres Jakarta Barat sepakat bekerja sama untuk memberantas peredaran barang haram di lokasi rawan tersebut.

“Penanganan narkoba di Kampung Boncos harus digeber dan harus patroli bersama melibatkan tokoh masyarakat. Lurah, pengurus RT dan RW segera melapor ke polsek maupun polres jika mencurigai adanya peredaran narkoba,” kata Walikota Jakbar, Anas Efendi, di kantor walikota, Rabu (14/2/2108).

Hadir Kapolres Metro Jakbar, Kombes Hengky Haryadi, Dandim, Kajari, Kepala Pengadilan Negeri, camat, lurah beserta tokoh masyarakat dan agama se-Jakbar.

Anas mengakui sangat sulit membuat narkoba bersih dari Kampung Boncos kecuali seluruh warganya dibedol desa seperti Kalijodo dan Kramat Tunggak.

Ia mendukung pihak swasta yang akan membangun GOR di lahan miliknya di Kampung Boncos. Hanya saja sebagian lahan tersebut milik warga sehingga harus dilakukan pembebasan.

Kapolres Metro Jakbar, Kombes Hengky Haryadi menjelaskan, strategi bersama dengan elemen masyarakat akan mampu mewujudkan pemberantasan narkoba di Kampung Boncos.

“Kami akan membentuk satuan polisi sahabat remaja karena sebagian besar korban narkoba saat ini adalah anak remaja,” ujarnya.

Ia juga akan mengandeng tokoh masyarakat dan agama agar pemberantasan narkoba efektif. Peran serta warga juga dilibatkan sehingga narkoba bisa dideteksi secara cepat dan tepat. (Rachmi/b)