Saturday, 17 February 2018

Pemerintah dan DPR Apresiasi Pengusutan Kematian Adelina oleh Polisi Malaysia

Rabu, 14 Februari 2018 — 10:49 WIB
Menteri  Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri.(dok)

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri.(dok)

JAKARTA – Pengusutan kematian Adelina Lisao  pekerja migran Indonesia (PMI)  asal Nusa Tenggara Timur (NTT), di Malaysia, oleh kepolisian setempat, diapresiasi Pemerintah dan kalangan DPR sebagai bentuk komitmen hubungan dua negara bertetangga.

Bagi Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Hanif Dhakiri, pertanggungjawaban tersebut dibebankan kepada majikan lantaran masuk perbuatan kriminal. “Kami sudah berkoordinasi dengan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia agar segera menuntaskan kematian warga Indonesia itu,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu di Jakarta, Selasa (13/2/2018). “Kami juga minta majikan bertanggung jawab.”

Hal senada diungkap ketua DPR, Bambang Soesatyo. Katanya, Pemerintah Cq Kemenaker Cq BNP2TKI dan KBRI Malaysia untuk mendesak Pemerintah Malaysia mengungkap tuntas secara hukum atas kematian WNI. “Kami apresiasi gerak cepat kepolisian Malaysia menangkap dua tersangkanya,” ujar politikus Partai Golkar itu seraya menyesali adanya pernyataan pejabat KJRI yang menyebut korban sebagai TKI ilegal kendati itu benar adanya tetapi wajib diusut kematiannya.

Adelina Lisao,21, TKW asal NTT, meregang nyawa di RS Bukit Mertajam, Malaysia, dengan kaki dipenuhi luka bakar dan bernanah serta kesadaran rendah, Minggu (11/2). Kepolisian setempat (Investigation Officer) yang telah menahan dua orang dari keluarga majikan dan sejumlah keterangan menyebut korban kerap tidur di beranda Lantai II ditemani anjing Rottweiller hitam terikat tali di sampingnya.

Kematian Tenaga Kerja Wanita Indonesia (TKI) asal NTT itu, menurut catatan Migrant Care Indonesia, menambah panjang daftar korban penganiayaan tewas sejak tahun 2017 menjadi 62 orang. (rinaldi)