Sunday, 25 February 2018

Pemkab Indramayu Diminta Bantu Pembangunan Masjid Assalafiyah

Rabu, 14 Februari 2018 — 13:49 WIB
Ketua PBNU Said Aqil Siraj didampingi KH Asror Sobari mendo'akan agar pembangunan masjid di Ponpes Assalafiyah berjalan lancar. (taryani)

Ketua PBNU Said Aqil Siraj didampingi KH Asror Sobari mendo'akan agar pembangunan masjid di Ponpes Assalafiyah berjalan lancar. (taryani)

INDRAMAYU Syiar Islam di  Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat  kian marak setelah hadirnya Pondok Pesantren (Ponpes) Assalafiyah yang dikelola Yayasan Asroro Sobari.

Komplek Ponpes  Assalafiyah ini berada di lokasi strategis, yaitu  Jalan Raya Indramayu – Cirebon.

Ponpes  yang dikelola putra Kyai Sobari ini sukses mengembangkan  pendidikan keagamaan di masyarakat. Sekarang Ponpes Assalafiyah itu tengah  membangun masjid. Berukuran panjang 21 Meter dan lebar 18 Meter. Mampu menampung jamaah shalat sekitar 1.000 orang.

Ketua Yayasan As-Sobari, KH.Asror Sobari dalam percakapannya dengan Pos Kota, Selasa (13/2/18) mengemukakan, biaya pembangunan masjid dianggarkan sebesar Rp1,5 milyar. Saat ini pembangunan masjid baru mencapai 50 persen dan telah menghabiskan anggaran Rp.750 juta. Untuk merampungkan pembangunan masjid ini, pimpinan yayasan masih membutuhkan bantuan  dana dari para donatur sebesar Rp750 juta lagi.

Karena itu ia berharap kepada Bupati Indramayu Hj.Anna Sophana  memberikan bantuan  guna  merampungkan pembangunan masjid itu. Saat peletakkan batu pertama pembangunan masjid itu kata KH.Asror Sobari, dihadiri Bupati Indramayu Hj.Anna Sophana, Ketua PBNU Said Aqil Siraj dan sejumlah pejabat  lainnya.

“Pada saat peletakan batu pertama, Bupati Indramayu belum memberikan bantuan. Sekarang pembangunannya  sudah mencapai 50 persen. Ibu Bupati Hj.Anna Sophana diharapkan memberikan bantuan dana untuk pembangunan masjid ini,” ujar KH.Asror Sobari.

Ponpes Assalafiyah yang dikelola Yayasan As-Sobari tak sekedar mengajarkan kajian kitab kuning seperti pendidikan di Ponpes  lainnya,  tapi juga menyelenggarakan pendidikan formal dari mulai Madrasah Diniyah, SMP Assalafiyah dan SMK Assalafiyah.

Animo masyarakat menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan ini cukup tinggi. Sebagai gambaran,  pendidikan Madrasah Diniyah sekarang memiliki murid 400 anak. Pendidikan SMP Assalafiyah memiliki 150 anak, SMK Assalafiyah memiliki 350 anak. Sementara jumlah santrinya sebanyak 170 anak. Para santri sebagian merupakan penduduk lokal. Sebagian besar lainnya berasal dari Karawang, Bekasi, Subang dan Brebes. (taryani/tri)