Sunday, 21 October 2018

Pengemis Serbu Vihara Berharap Ang Pao Imlek

Rabu, 14 Februari 2018 — 1:44 WIB
Menjelang Imlek, pengemis mulai menyerbu sejumlah vihara. Di antaranya di Vihara Dharma Bakti di Jln Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat. Mereka berharap mendapat derma dari warga keturunan yang dating untuk beribadah di tempat tersebut.(rachmi/ruh)

Menjelang Imlek, pengemis mulai menyerbu sejumlah vihara. Di antaranya di Vihara Dharma Bakti di Jln Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat. Mereka berharap mendapat derma dari warga keturunan yang dating untuk beribadah di tempat tersebut.(rachmi/ruh)

JAKARTA – Menjelang Imlek yang jatuh pada Jumat (16/2), pengemis musiman mulai menyerbu Vihara Dharma Bhakti di Jalan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat. Demi mendapatkan derma, banyak diantara mereka menginap di halaman tempat ibadah tersebut.

Bukan hanya orang tua, tetapi anak-anak juga ikut memburu rezeki dari belas kasihan dermawan. Mereka duduk-duduk beralaskan kardus dan plastik. Pengemis-pengemis itu, kebanyakan datang dari luar Jakarta, seperti Tangerang, Bogor, dan Bekasi.

Pengemis itu datang ke vihara tidak hanya seorang diri tetapi juga dengan keluarga. Misalnya, Sukiman, 57, pengemis, memboyong istrinya untuk meminta angpao dari pengunjung yang sembahyang di vihara.

“Yah setahun sekali. Mudah-mudahan tahun ini bisa dapat angpao banyak dari orang-orang yang habis sembahyang,” ucap Sukirman, Selasa (13/2).

Pengurus Yayasan Dharma Bhakti, Gunawan mengatakan, pengemis yang datang saat ini belum seberapa. Pas Imlek biasanya mencapai ribuan orang. “Nanti pada hari H-nya, halaman penuh sampai parkiran,” paparnya.

Terhadap pengemis, Gunawan mengaku pihaknya tidak bisa berbuat banyak. “Kami cuma melarang agar tidak masuk dalam vihara,” tuturnya.

PERNAK-PERNIK

Sementara suasana kawasan Pecinan, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat mulai semarak dengan penjualan berbagai keperluan Imlek. Pernak-pernik Imlek paling banyak diburu pembeli.

“Permintaan pernak pernik Imlek meningkat hingga 30 persen,” kata Elis S, 57, pedagang pernak-pernik Imlek di kawasan Pecinan Glodok.

Sejumlah barang yang dicari warga antara lain lampion, angpao, pakaian khas Imlek warna merah dan juga Pohon Jeruk Kim It. “Pohon Jeruk Kim It banyak yang cari, ratusan pohon sudah terjual,” kata Elis seraya menjelaskan, harga pohon itu antara Rp500 ribu hingga Rp4 juta/pohon.

Pohon Jeruk Kim It banyak dicari, karena merupakan lambang keselamatan. Sehingga warga Thionghoa banyak yang membelinya.

Atek, 56, warga yang merayakan Imlek, mengaku setiap Imlek selalu membeli pernak pernik, karena rasanya tidak pas bila tanpa lampion atau baju baru. “Angpao tidak boleh ketinggalan karena buat bagi-bagi,” ucapnya.

Pantauan di kawasan Pecinan dipadati pengunjung, terutama di Jalan Pancoran. Jalanan terlihat macet, karena banyaknya pedagang dan pengunjung yang akan membeli keperluan Imlek. Beberapa kawasan juga dihias dengan lampion. (tarta/ruh/st)