Saturday, 17 February 2018

Polisi Bogor Suapi 16 Penderita Gangguan Jiwa yang Ditangkap

Rabu, 14 Februari 2018 — 11:38 WIB
Kepolisian Resor Bogor mengamankan 16 orang gangguan kejiwaan selanjutnya dimandikan petugas, diberi pakaian yang layak, diberi makan bahkan disuapi.

Kepolisian Resor Bogor mengamankan 16 orang gangguan kejiwaan selanjutnya dimandikan petugas, diberi pakaian yang layak, diberi makan bahkan disuapi.

BOGOR  – Kepolisian Resor Bogor mengamankan 16 orang gangguan kejiwaan di Kabupaten Bogor. Tujuannya, mencegah terjadinya tindak kekerasan pada mereka dari orang tak bertanggung jawab.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika, mengatakan ke-16 orang yang terganggu jiwanya itu diamankan dari beberapa tempat. “Kami amankan saat berkeliaran di jalan raya atau di pemukiman,” kata Dicky, Rabu (14/2/2018).

Keenam belas orang itu selanjutnya dimandikan petugas, diberi pakaian yang layak, diberi makan bahkan disuapi. Setelah itu, petugas membawa mereka ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor untuk penanganan lebih lanjut.

“Ada beberapa yang sudah diketahui identitasnya dipulangkan ke keluarganya dan ke rumah sakit jiwa. Sisanya kami serahkan ke Dinas Sosial untuk dilakukan pendataan dan penanganan,” tambahnya.

Menurutnya, orang yang mengalami ganguan jiwa dan terlantar di jalan, rawan mendapat tindakan kekerasan atau tindak penyimpangan dari orang lain.

“Kami dari Polres Bogor lakukan hal ini sebagai bentuk rasa kemanusiaan sesama mahluk hidup. Mereka rawan mendapat tindak kekerasan ataupun rawan melakukan kekerasan. Bahkan mereka bisa dimanfaatkan orang. Bagaimapun mereka kan juga manusia, mahluk hidup perlu dikasihi,”paparnya.

Kapolres Bogor mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap orang yang mengalami gangguan jiwa. Jika masyarakat menemukannya lingkungan tempat tinggal, segera lapor untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami ingin membuka hati masyarakat untuk membantu mereka. Dalam agama kita juga diajarkan untuk saling membantu antar manusia karena mereka ini sangat kasihan, yakni jauh dari keluarga, hidup tidak jelas dan tentunya terganggung jiwanya. Oleh karena itu Jika ditemukan maka lebih baik lapor kepada kepolisian dan instansi untuk ditangani lebih lanjut,” tandasnya. (yopi/yp)