Monday, 22 October 2018

Supardi Dulu Kenek Bus Kini Polisi Panutan

Rabu, 14 Februari 2018 — 1:59 WIB
Aiptu Supardi, Anggota Sabhara Polsek Kelapa Gading (yahya)

Aiptu Supardi, Anggota Sabhara Polsek Kelapa Gading (yahya)

HIDUP yang dijalani bapak empat anak ini ibarat menatap sebuah titik di penghujung yang menjadi tujuan. Tak perduli dengan keadaan di sekeliling, dia terus berjalan hingga sampai di tempat yang dituju. Dalam kesederhanaan Aiptu H. Supardi menapaki kehidupannya sebagai anggota kepolisian.

Di institusi Polri nasib kakek dua cucu ini berubah. “Dari dulu cita cita saya memang ingin menjadi polisi atau tentara,” ujar anggota Sabhara Polsek Kelapa Gading ini saat ditemui di tempat dinasnya).

Lika-liku kehidupan telah dilalui pria asal Lamongan, Jawa Timur ini, terutama ketika dia belum menjadi anggota polisi.

Lahir sebagai anak seorang petani, lelaki 56 tahun ini nekat merantau ke Jakarta pada 1982. Berbekal ijasah SMP Aiptu Supardi ke Ibukota dengan tujuan salah satu kerabat keluarga.
Kehidupan keras mulai dijalani Supardi begitu tiba di Jakarta. “Saya kerja apa saja demi bisa bertahan hidup di Ibukota,” paparnya

Termasuk menjadi kuli panggul di Terminal Bus Pulogadung. “Tiga tahun saya jadi kuli sebelum menjadi kenek Mayasari jurusan Blok M-Rawamangun,” kenangnya.

Kendati harus menjalani pekerjaan kasar, cita cita Supardi menjadi polisi tetap tertanam dalam hati.

DAFTAR POLISI

Hingga suatu ketika, saat bus yang dikenekinya melintas di depan Polda Metro Jaya, ia melihat banyak orang bergerombol di markas polisi tersebut. “Rupanya ada pendaftaran menjadi anggota polisi. Saat itu juga saya minta ijin sama sopir turun dan ikut mendaftar,” ungkapnya.

Nasib Supardi perlahan berubah setelah diterima menjadi polisi. “Pertama jadi polisi ditempatkan di Polda Metro Jaya di kesatuan Sabhara. Saat itu saya diperintahkan menjaga kediaman kapolda,” ucapnya.

Tak hanya rumah kapolda, Supardi juga pernah mendapat tugas menjaga rumah kapolri.
Tak heran jika Supardi dekat dengan para petinggi polri saat itu. “Saya bahkan pernah ditawarkan mau di posisi mana ketika pangkat saya sudah sersan, tetapi saya tak mau,” katanya.

Bukan tanpa alasan H Supardi menolak, ia khawatir tak tahan dengan berbagai godaan ketika berada pada posisi strategis.

ANAK JADI POLISI

“Dari dulu saya punya prinsip jalani hidup seimbang, apa adanya. Harta tak dibawa mati, Bagi saya terpenting mengantatkan anak-anak sampai ke tujuan,” paparnya.

Karena kesederhanaannya, mengantarkan Supardi menunaikan ibad haji pada 2010. Tak hanya itu putra sulungnya pun kini mengikuti jejaknya menjadi polisi dan kini bertugas Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Menjelang masa pensiun H Supardi, lebih aktif bersosialisasi di lingkungan tempat tinggalnya di Jalan Gading Sengon, RT 9/22, Blok I , Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading. “Setiap habis subuh saya mengajar ngaji anak anak di rumah. Seminggu sekali aktif di majelis taklim yang saya pimpin,” pungkasnya. (yahya/iw)