Tuesday, 23 October 2018

Bikin Jalanan Macet

Warga Pondok Pinang Keluhkan Bus AKAP yang Ngetem di Terminal Bayangan

Rabu, 14 Februari 2018 — 9:27 WIB
Bus AKAP ngetem di terminal bayangan di bilangan Jakarta Selatan.(wandi)

Bus AKAP ngetem di terminal bayangan di bilangan Jakarta Selatan.(wandi)

JAKARTA – Warga keluhkan banyaknya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) ‘bodong’ beroperasi di terminal bayangan di wilayah Jakarta Selatan dikeluhkan warga.

Pasalnya, akibat tidak bisa masuk ke terminal resmi, bus AKAP yang tidak memiliki izin trayek tersebut sembarangan ngetem di pinggir jalan di kawasan Pondok Pinang, sehingga menimbukan kemacetan.

Bustomi,34, seorang pengguna jalan mengaku setiap kali melintas  di sepanjang kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama sering terjebak macet karena adanya bus AKAP yang ngetem sembarangan. Kondisi ini memang sudah beberapa kali dilaporkan, namun hingga saat ini belum ada tindakan.

“Kami sudah beberapa kali melaporkan supaya bus-bus AKAP ini segera ditertibkan. Karena keberadaan bus tersebut sering menimbulkan kemacetan parah terutama pada jam-jam sibuk,” kata Bustomi yang mengaku warga Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (13/2).

Sementara itu, Kasudin Perhubungan Jakarta Selatan Cristianto ketika dikonfirmasi terkait banyaknya bus AKAP bodong yang melintas di wilayahnya mengatakan, pihaknya saat ini memang menggencarkan razia terhadap kendaraan yang parkir sembarangan dan tidak laik jalan.

Ia menepis kalau pihaknya membiarkan bus AKAP bodong  bebas beroperasi melalui terminal bayangan yang ada di kawasan Pondok Pinang.

“Itukan (bus AKAP) cuma lintas dari arah Tangerang dan masuk lagi di pintu tol Pondok Pinang. Kita juga sering melakukan razia, bahkan jika kendaraan tidak laik jalan, kami tak segan-segan mengandangkan kendaraan tersebut,” ungkap Christianto.

Bagi kendaraan yang tidak layak jalan maupun surat-surat mati, kata dia, langsung diderek ke lokasi pengandangan di Rawabuaya, Jakarta Barat.“Kita razia terus kok, kalau ada (tidak laik jalan) ya dikandangkan,” kilahnya. (wandi/tri)