Sunday, 21 October 2018

Wuih…Bupati Subang Kekayaannya Lebih Dari Rp50 Miliar

Rabu, 14 Februari 2018 — 13:37 WIB
Bupati Subang, Imas Aryumningsih

Bupati Subang, Imas Aryumningsih

JAKARTA –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Bupati Subang, Imas Aryumningsih, Selasa (13/2/2018) malam.

Bupati yang kembali ikut konstentasi Pemilihan Bupati (Pilbup) 2018 ini diketahui memiliki harta kekayaan yang tidak sedikit. Yaitu lebih dari Rp50 miliar.

Data tersebut diperoleh dari  catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses Poskotanews.com melalui acch.kpk.go.id tertanggal 5 Mei 2017. Imas terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 26 September 2016. Total harta kekayaannya mencapai Rp50,9 miliar (tepatnya Rp50.954.748.338).

Kekayaan Imas tersebut terdiri dari harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan di Kabupaten Subang dan Bandung senilai total Rp47,9 miliar (Rp47.953.240.000).

(Baca : Kena OTT KPK, Bupati Imas Baru Saja Dapat Nomor Urut 2 Pilbup Subang)

Imas juga memiliki harta bergerak berupa alat transportasi dan mesin lainnya, yakni mobil Ford Everest, dan Mitsubishi Pajero senilai total Rp740 juta.

Bukan hanya itu, ia juga memiliki harta tak  bergerak lainnya berupa logam mulia senilai total Rp597,6 juta), serta giro dan setara kas lainnya senilai total Rp1,663 miliar.

Politisi Partai Golkar ini tercatat tidak memiliki utang dan piutang. Sebelumnya, ia juga empat kali melaporkan harta kekayaannya ke KPK.

Yaitu, 18 Desember 2003 saat masih menjabat Anggota DPRD Kabupaten Subang sekaligus calon Bupati Subang periode 2008-2013, pada 4 Agustus 2008 sebagai anggota DPRD Subang periode 2004-2009, pada 1 Juli 2013 sebagai mantan Anggota DPRD Subang sekaligus calon Wakil Bupati Subang periode 2013-2018, dan pada 26 Agustus 2014 sebagai Wakil Bupati Subang periode 2013-2018.

Dalam pelaporannya pada 26 Agustus 2014, tercatat total harta kekayaannya Rp57,8 miliar (Rp57.807.338.338).

Imas sendiri belum genap setahun menjabat Bupati Subang secara definitif. Sebelumnya, saat masih menjabat anggota DPRD Subang, ia mencalonkan diri sebagai Bupati pada Pilkada Subang tahun 2008, namun ia gagal.

Lima tahun berikutnya, ia berhasil menjabat sebagai Wakil Bupati Subang untuk masa bakti 2013-2018 berpasangan dengan Ojang Sohandi sebagai bupatinya.

Pada 11 April 2016, ia otomatis menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Subang, karena Bupati Ojang Sohandi ditetapkan sebagai tersangka dalam OTT yang dijalankan KPK, terkait upaya suap pengamanan kasus korupsi BPJS Subang tahun 2014. (julian/tri)