Sunday, 18 November 2018

62 Loksem di Jakarta Selatan Mampu Tampung 2.855 Pedagang

Kamis, 15 Februari 2018 — 0:51 WIB
Pedagang di Loksem Taman Puring  sedang menjajakan dagangannya. (wandi)

Pedagang di Loksem Taman Puring sedang menjajakan dagangannya. (wandi)

JAKARTA – Untuk menata pedagang kaki lima, Suku Dinas Koperasi, UKM serta Perdagangan (KUKMP), Jakarta Selatan membangun 62 lokasi sementara (loksem) tersebar di 10 kecamatan dapat menampung 2.855 pedagang.

Kepala Suku Dinas KUKMP Shita Damayanti mengatakan ke 62 loksem itu 20 di Kecamatan Kebayoran Baru, 19 di Kecamatan Setiabudi, 7 di Pasar Minggu, 5 di Kecamatan Tebet, 4 di Pancoran, 3 di Kecamatan Cilandak.

Sedangkan di Kecamatan Mampang Prapatan, Kebayoran Lama, Pesanggrahan dan Jagakarsa masing-masing memiliki satu loksem.

Sedangkan dari 2.855 pedagang, paling banyak menempati loksem di Kecamatan Kebayoran Baru yakni mencapai 1.351 pedagang. Sedangkan sisanya tersebar di 9 kecamatan. Ini dikarenakan jumlah loksemnya lebih banyak dibanding wilayah lain, selain itu penampungan pedagang yang junmlahnya paling banyak di Taman Puring dengan 646 pedagang.

Jenis dagangan yang dijual kata Shinta tidak selalu sama. Pedagang ini bukan hanya jualan makanan dan minuman saja, namun ada juga elektronik, sepatu, dan juga pakaian serta minuman.

“Pedagang yang menempati loksem tiap harinya dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 3 ribu. Untuk pembayaran retribusi dari pedagang, kami menggunakan sistem penarikan auto debet melalui Bank DKI,” pungkasnya. (wandi/b)