Friday, 16 November 2018

Diduga Penganut Aliran Sesat, Polisi Semarang Amankan Puluhan Orang

Kamis, 15 Februari 2018 — 17:20 WIB
Andi Rodiyono , pemimpin Aliran Di Semarang Yang Digerebek Polisi /.(Ist)

Andi Rodiyono , pemimpin Aliran Di Semarang Yang Digerebek Polisi /.(Ist)

SEMARANG – Sebuah rumah milik warga di RT 001/RW 011, Kampung Palebon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, digerebek polisi, Rabu malam(14/2) .

Rumah yang sekaligus bekas bengkel itu digerebek karena diduga menjadi tempat berkumpulnya sejumlah orang penganut aliran sesat.

Puluhan orang pengikut aliran itu diamankan aparat Polsek Pedurungan untuk menjalani pemeriksaan .

Kapolsek Pedurungan, Kompol Mulyadi, mengatakan ada 43 orang dari 11 kepala keluarga yang diamankan karena diduga menjadi anggota kelompok aliran sesat itu. Bahkan dari 11 keluarga yang diamankan itu, salah satunya masih memiliki bayi berumur sekitar dua bulan.

Disebutkan , dari puluhan orang yang diduga terlibat kelompok aliran sesat itu, salah satunya merupakan anggota Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Surabaya. “Kami mendapat laporan dari rekan-rekan di Pomal kalau ada salah satu anggotanya yang terlibat dalam kelompok ini, ungkap Kapolsek .

Penggerebekan terhadap rumah yang dijadikan kegiatan kelompok aliran sesat itu berawal dari laporan warga sekitar dan juga beberapa orang yang resah karena anggota keluarganya terlibat dalam kelompok itu. “Ada yang melapor ke kami kalau salah satu anggota keluarga terlibat dalam kelompok ini. Setelah terlibat mereka sulit ditemui, bahkan rumah itu selalu tertutup rapat,” tutur Mulyadi.

Mulyadi menambahkan, berdasarkan keterangan warga sekitar, kegiatan di rumah yang diketahui milik Andi Rodiyono, 63, itu sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Selama berkegiatan bersama, rumah selalu tertutup dan para penghuninya jarang keluar.

Sementara itu, Andi Rodiyono mengaku kelompoknya tidak mempraktikan ajaran aliran sesat. Andi berdalih Kelompoknya berkumpul hanya untuk menggelar kegiatan diskusi. “Tidak ada apa-apa. Kami hanya berkumpul dan berdiskusi membahas persoalan kehidupan,” akunya dihadapan petugas .

Menurut sumber lain , kelompok ini memang menggelar ritual bertapa secara massal di rumah tersebut . Hal itu juga diakui oleh Andi bila kelompoknya memang tidak berinteraksi dengan dunia luar selama setahun . Setelah itu, baru bisa,” jawab Andi menanggapi kecurigaan warga tersebut.

Andi menyebutkan kegiatan kelompoknya tertutup dari dunia luar itu sudah berjalan sekitar tiga bulan. Meski demikian, ia mengaku jika kegiatan kelompoknya itu tidak menyangkut persoalan agama. Kasus ini masih dalam penanganan Polsek Pedurungan dan Polrestabes Semarang . ( Suatmadji/tri ) .