Thursday, 16 August 2018

Imlek Tahun Ini Lie hobie Ingin Bertemu Kakak Kandungnya

Kamis, 15 Februari 2018 — 1:35 WIB
Lie hobi (76) warga Petak Sembilan

Lie hobi (76) warga Petak Sembilan

JAKARTA – Imlek menjadi hari yang spesial bagi warga etnis Tionghoa, selain dirayakan sebagai tahun baru Cina, Imlek juga dimanfaatkan oleh warga Tionghoa sebagai ajang bertemu dengan kerabat dan teman sejawat.

Namun cerita berbeda dialami oleh Lie hobi (76) warga Petak Sembilan yang sehari-harinya berjualan kue dan jajaran pasar di Pasar Petak Sembilan. Lie hobi telah lama berpisah dengan kakak kandungnya Lie anchie (80)
Perpisahan Lie hobi dengan kakaknya diakibatkan permasalahan politik masa lalu, tepatnya pada 1959. Saat rezim Orde Lama berkuasa di bawah pimpinan Bung Karno

Pemerintahan kala itu mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1959. Maksud dari PP ini melarang pedagang Tionghoa berdagang di tataran pedesaan. Awalnya PP itu diperuntukkan untuk WNA.

Namun pada praktik ya, peraturan ini berimbas kepada warga Tionghoa di Indonesia. PP ini bermuara kepada dipulangkannnya sebagian warga Tionghoa ke tanah leluhurnya. Lie hoki dan keluarganya adalah salah satu pihak yang terkena imbas dari PP No. 10 tersebut. Ia harus terpisah dengan kakak kandungnya yang lebih memilih RRT sebagai kewarganegaraannya, belakangan diketahui sang kakak telah berpindah warga negara ke Hongkong.

“Saya sudah lama gak ketemu dia, waktu muda sih pernah dia ke Indonesia buat nengok saya, tapi hal itu udah lama sekali, sekitar tahun 80-an” ujarnya.

Lie hoki yang memiliki lima saudara kandung tak tahu persis, apa yang membuat kakaknya pindah warga negara. “Saya gak tahu apa motivasi dia pindah ke Cina, soalnya waktu itu saya masih kecil” sambung Lie. Lie hoki lebih memilih Indonesia sebagai kewarganegaraannya karena pertimbangan keluarga yang lebih memilih Indonesia.

Pada momen Imlek ini Lie hoki teringat kakaknya yang ada di Hongkong. “Saya sudah tua, dia apalagi, saudara kandung saya sudah pada gak ada, kalau Imlek rame-rame kan enak, ” tandanya. Ia berharap dapat bertemu dengan kakaknya.

Walaupun demikian ia tetap senang dengan Imlek tahun ini, karena momen Imlek ini menaikkan omzet dagangannya sampai dua kali lipat bahkan lebih.(cw4/b)